jelaskan pengaruh perkembangan teknologi terhadap bisnis ritel
Macammacam E-commerce. Pada era milenial saat ini, e-commerce sangat berperan aktif pada digital ekonomi. Indonesia menyajikan banyak kesempatan bagi bisnis e-commerce di antara negara Asia lainnya. Saat ini proyeksi memperlihatkan e-commerce di Indonesia akan mencapai nilai US$ 130 miliar pada tahun 2021. Dengan demikian, Indonesia berkesempatan besar untuk terus meningkatkan e-commerce dan
memberikandampak negatif bagi pengecer kecil. Di sisi lain timbulnya ritel memberikan dampak positif bagi pemerintah terutama dalam pendapatan perkapitanya. Ritel modern semakin lama semakin berkembang. Hal ini mendorong persaingan dunia bisnis yang sangat ketat. Kondisi ini terjadi karena adanya kecenderungan ritel
Pengaruhtersebut dapat bersifatmenguntungkan maupun merugikan perusahaan.Kata kunci: teknologi informasi, akuntansi manajemen, informasi, pengambilan keputusan. Perkembangan teknologi di era sekarang sudah terbilang canggih, bahkan akan terus berkembang menjadi lebih canggih dari sebelumnya.
Adadampak yang positif namun juga ada dampak yang negatif. Menurut Anda apa saja pengaruh perkembangan teknologi terhadap bisnis sekarang ini? Jawaban Anda tentu berbeda beda berdasarkan cara pandang Anda. Ada banyak jenis bisnis yang dijalankan diseputar dunia. Ada yang menjalankan bisnis skala kecil, dan skala besar seperti perusahaan.
Bisnisretail punya potensi keuntungan luar biasa. Pahami apa itu retail dan karakteristiknya agar usaha berjalan sesuai harapan. Di era perkembangan ekonomi yang makin cepat dewasa ini, tentu Anda sudah cukup sering mendengar mengenai bisnis ritel. Bahkan bisa jadi, Anda ingin memulai bisnis ritel Anda sendiri saat ini.
Comment S Inscrire Sur Twoo Site De Rencontre. - Platform e-commerce jadi salah satu contoh produk hasil perkembangan teknologi bisnis ritel. Lantaran, dari yang tadinya produk dijual secara online, kini bisa dibeli secara online. Tapi tahukah kamu bahwa hal ini juga tidak lepas dari terjadinya industri yaitu kegiatan industri yang sudah terdigitalisasi sedemikian rupa sehingga era ini juga disebut sebagai era digital. Lantas, bagaimana perkembangan teknologi bisnis dari masa ke masa? Mengutip Ruang Guru, Kamis 11/11/2021, perkembangan teknologi bisnis ritel dimulai pada abad ke-18. Tidak lepas dari pengaruh ditemukannya mesin uap oleh James Watt. Baca Juga Fuji Rela Begadang Buat Menjelajah Toko Online, Belanja Apa Aja Sih Emangnya? Pekerjaan-pekerjaan terkait produksi yang sebelumnya menggunakan tenaga manusia, kemudian mulai digantikan dengan tenaga mesin uap. Industri pada masa itu dikenal juga dengan sebutan Industri Ditemukannya mesin uap pada Industri membuat perusahaan lebih berfokus pada kegiatan produksi barang. Ini karena kegiatan produksi barang yang tadinya hanya mengandalkan tenaga manusia mulai digantikan oleh mesin-mesin uap, sehingga dapat diproduksi dengan lebih mudah dan secara massal. Selanjutnya, tahap Indutri saat produksi produk sudah menggunakan listrik, dan ditemukannya pesawat, mobil, dan telepon. Lalu berlanjut ke Industri dengan otomatisasi yang terintegrasi komputer di abad ke-20. Di industri inilah mulai ditemuaknnya teknologi digital dan internet, termasuk kehadiran uang digital. Lalu ada industri yang mulai menggunakan komputer pintar, robot pintar, kendaraan tanpa pengemudi, rekayasa genetik, serta neuroteknologi yang semuanya ditunjang dengan teknologi Artificial Intelligence AI. Baca Juga Cara Mendapatkan Flash Sale Shopee 1 Rupiah, Sudah Coba?
The development of the business world today is increasingly diverse and competitive, the pace of development is very difficult to predict, so having the right strategy is the key for a company to continue to compete and survive. Along with technological advancements and the development of communication suggestions, the company is utilizing these technological advances as a marketing strategy tool to promote its products. Given the growth of buying and selling transactions in the network or online in Indonesia at this time is very rapid, with this being used by companies to market and promote via the internet. This study aims to determine the effect of the implementation of technological progress on retail sales volumes. The development of information technology that is growing very rapidly now influences the community in supporting various business activities both large and small so that it can be known globally. The most obvious impact is that besides being known, it can also increase sales volume. Digital Marketing is one of the very large marketing media that has an influence. Using digital marketing in this case is social media and E-commerce. The most widely used social media is Facebook, Twitter and Instagram. The subjects in this study were retail owners, managers, and employees who were selected by purpose sampling. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free 80 PENGARUH KEMAJUAN TEKNOLOGI TERHADAP VOLUME PEJUALAN RITEL DI KOTA MOJOKERTO Rachmad Sholeh1 dan Khasbulloh Huda2 1,2Staf Pengajar Fakultas Ekonomi Universitas Mayjen Sungkono ABSTRACT The development of the business world today is increasingly diverse and competitive, the pace of development is very difficult to predict, so having the right strategy is the key for a company to continue to compete and survive. Along with technological advancements and the development of communication suggestions, the company is utilizing these technological advances as a marketing strategy tool to promote its products. Given the growth of buying and selling transactions in the network or online in Indonesia at this time is very rapid, with this being used by companies to market and promote via the internet. This study aims to determine the effect of the implementation of technological progress on retail sales volumes. The development of information technology that is growing very rapidly now influences the community in supporting various business activities both large and small so that it can be known globally. The most obvious impact is that besides being known, it can also increase sales volume. Digital Marketing is one of the very large marketing media that has an influence. Using digital marketing in this case is social media and E-commerce. The most widely used social media is Facebook, Twitter and Instagram. The subjects in this study were retail owners, managers, and employees who were selected by purpose sampling. Keywords Social Media, E-Commerce, Sales Volume ABSTRAK Perkembangan dunia usaha saat ini semakin beragam dan kompetitif, laju perkembangan sangat sulit diprediksi, sehingga memiliki strategi yang tepat adalah kunci bagi suatu perusahaan agar dapat terus bersaing dan bertahan. Seiring dengan kemajuan teknologi dan perkembangannya saran komunikasi, perusahaan memanfaatkan kemajuan teknologi tersebut sebagai alat strategi pemasaran untuk mempromosikan produknya. Mengingat Pertumbuhan transaksi jual beli dalam jaringan atau online di Indonesia pada saat ini sangat pesat, dengan hal ini dimanfaatkan oleh perusahaan untuk memasarkan dan mempromosikan melalui internet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh implementasi kemajuan teknologi terhadap volume penjualan teknologi informasi yang berkembang sangat pesat saat ini berpengaruh bagi masyarakat dalam mendukung berbagai kegiatan bisnis baik besar maupun kecil agar dapat dikenal secara global. Dampak yang paling nyata adalah selain dikenal juga dapat meningkatkan volume penjualan. Digital Marketing adalah salah satu media pemasaran yang sangat besar memberikan pengaruh. Dengan menggunakan digital marketing dalam hal ini adalah sosial media dan E-commerce. Media sosial yang paling banyak digunakan adalah Facebook, Twitter dan Instagram. Subyek dalam penelitian ini adalah pemilik, pengelola dan karyawan ritel yang dipilih secara purpose sampling. Kata Kunci Media Sosial, E-Commerce, Volume Pejualan PENDAHULAN Perkembangan dunia usaha saat ini semakin beragam dan kompetitif, laju perkembangan sangat sulit diprediksi, sehingga memiliki strategi yang tepat adalah kunci bagi suatu perusahaan agar dapat terus bersaing dan bertahan. Berkembangnya internet banyak hal yang timbul, salah satunya adalah berbelanja produk atau jasa secara online, berbelanja secara online telah menjadi alternatif cara pembelian produk atau pun Jurnal OPTIMA II Rachmad Sholeh dan Khasbulloh Huda 81 jasa, penjualan secara online berkembang baik dari segi pelayanan, efektifitas, keamanan dan juga popularitas. Laohapensang, 2009. Pertumbuhan transaksi jual beli dalam jaringan atau online di Indonesia pada saat ini sangat pesat. Teknologi informasi sangat berkembang pesat. Berbagai kegiatan bisnis kecil sampai kegiatan bisnis besar memanfaatkan perkembangan ini untuk menjalankan usahanya. Banyaknya competitor menjadi pertimbangan bagi para pengusaha untuk masuk dalam persaingan yang sangat ketat. Strategi pemasaran dan media yang tepat digunakan untuk bisa meraih pasar yang dituju sehingga volume penjualan selalu meningkat. Digital Marketing adalah salah satu media pemasaran yang saat ini sedang banyak diminati oleh masyarakat untuk medukung berbagai kegiatan yang dilakukan. Mereka sedikit demi sedikit mulai meninggalkan model pemasaran konvesional/tradisional beralih ke pemasaran modern yaitu digital marketing. Dengan digital marketing komunikasi dan transaksi dapat dilakukan setiap waktu/ real time dan bisa meng-global atau mendunia. Dengan jumlah pengguna social media berbasis chat ini yang banyak dan semakin hari semakin bertambah membuka peluang bagi Peritel untuk mengembangkan pasarnya dalam genggaman smartphone. Salah satu potensi yang dapat dimanfaatkan adalah teknologi informasi. Perkembangan teknologi informasi saat ini membuat manusia sudah tidak lagi mempermasalahkan batas jarak, ruang dan waktu. Teknologi informasi melahirkan internet, internet menawarkan banyak manfaat bagi Peritel untuk meningkatkan pemasaran produknya. Selain itu juga internet memberikan manfaat meningkatkan kesempatan Peritel untuk bekerjasama dengan pengusaha lainya. Salah satu teknologi internet yang sedang berkembang pesat dan sangat berpotensi untuk mendorong pemasaran peritel adalah media sosial. Media sosial memiliki potensi menghubungkan banyak orang dengan mudah dan gratis. Media Sosial kini telah menjadi trend dalam komunikasi pemasaran. Menurut Kaplan dan Haenlein 2010, media sosial adalah sekelompok aplikasi berbasiskan internet yang dibangun berdasarkan kerangka pikiran ideologi dan teknologi dari web dan memungkinkan terbentuknya kreasi pertukaran isi informasi dari pengguna internet. Web adalah dasar terbentuknya sosial media Carlsson, 2010. Contoh-contoh media sosial yang berkembang saat ini adalah twitter, facebook, myspace, youtube, instagram, path, whatsapp, line, dll. Mengingat pentingnya informasi tentang bagaimana penggunaan media sosial bagi Peritel dan manfaatnya, maka perlu dilakukan suatu penelitian observasional. Menurut Hidayat 20085 perdagangan eletronik E-Commerce electronic commerce adalah bagian dari e-lifestyle yang memungkinkan transaksi jual beli dilakukan secara online dari sudut tempat manapun. Tujuan ritel adalah meningkatkan penjualan produk, karena penjualan merupakan sumber pendapatan Peritel agar dapat terus bertahan dan mengembangkan ritennya. Penjualan yang meningkat tiap tahun menjadi gambaran bahwa ritel berhasil mempromosikan produknya kepasaran. Jadi e-commerce diharapkan dapat menunjang keberhasilan Peritel dalam mencapai penjualan yang maksimal. Sejak berkembangnya dunia teknologi baik media sosial maupun E-Commerce, ritel konvensional semakin di tinggalkan oleh pelanggan. Masyarakat lebih suka berbelanja dengan menggunakan teknologi, berbagai kemudahan yang di dapatkan untuk mendapatkan barang belanjaannya dan hanya cukup dengan berada dirumah tanpa membuang waktu untuk datang langsung ke toko. Hal ini membuat peritel semakin kesulitan mempertahankan pelangannya. Berdasarkan hal inilah maka penulis tertarik mengambil judul “Pengaruh Jurnal OPTIMA II Rachmad Sholeh dan Khasbulloh Huda 82 Kemajuan Teknologi Terhadap Volume Penjualan Ritel Di Kota Mojokerto”. RUMUSAN MASALAH Berdasarkan latar belakang permasalahan diatas dapat disimpulkan perumusan masalah sebagai berikut 1. Bagaimanakah pengaruh media sosial dan E-Commerce terhadap volume penjualan Ritel di Kota Mojokerto secara simultan? 2. Bagaimanakah Pengaruh Media Sosial dan E-Commerce terhadap Volume Penjualan Ritel di Kota Mojokerto secara partial? TUJUAN PENELITIAN 1. Untuk mengetahui pengaruh media sosial dan E-Commerce terhadap volume penjualan Ritel di Kota Mojokerto secara simultan. 2. Untuk mengetahui pengaruh media sosial dan E-Commerce terhadap volume penjualan Ritel di Kota Mojokerto secara partial. MANFAAT PENELITIAN Berdasarkan tujuan penelitian yang hendak dicapai, maka penelitian ini diharapkan mempunyai manfaat. Adapun manfaat penelitian ini adalah sebagai berikut 1. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan dan menambah wawasan serta pengetahuan mengenai penerapan Media Sosial dan E-Commerce untuk dijadikan sarana sebagai alat untuk memasarkan barang dan produk mengembangkan ritel yang mampu bersaing di masa yang akan datang. 2. Diharapkan dapat berguna bagi para pengusaha Ritel dalam penerapan Media Sosial dan E-Commerce sehingga mampu bersaing dengan peritel lainnya. TINJAUAN PUSTAKA Media Sosial Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, media merupakan alat sarana komunikasi, perantara, atau penghubung. Jika dilihat pula dari asal katanya, „Medius‟ bahasa Latin yang berarti „tengah‟, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa media mengarah pada sebuah sarana/ alat untuk yang digunakan untuk menyajikan informasi. Media sendiri banyak dipakai dalam berbagai bidang kehidupan manusia, terutama dalam proses pembelajaran. Media digunakan untuk mempermudah penyampaian informasi, sehingga pesan yang di sampaikan pemberi informasi dapat di terima dengan baik oleh penerima informasi. Beberapa pengertian mengenai media sosial telah dirumuskan oleh berbagai pihak, baik dalam kajian komunikasi maupun kajian lain. Menurut Carr dan Hayes, definisi atau pengertian yang telah dirumuskan seringkali merujuk media sosial pada tiga hal utama, yaitu 1. Teknologi digital yang menekankan pada user-generated content atau interaksi. 2. Karakteristik media. 3. Jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan lain-lain sebagai contoh model interaksi. Jejaring sosial yang saat ini biasa digunakan untuk memasarkan produk antara lain Facebook, Twitter, Whats app dan instagram. Dengan melalui jejaring sosial tersebut akan terbentuk strategi komunikasi pemasaran yang efektif yaitu Word of Mouth dimana muncul secara natural dari pendapat lingkungan sosial yang dirasa lebih jujur dan tidak ada motif-motif tertentu dalam menyampaikan suatu informasi kepada konsumen lainnya. Promosi merupakan salah satu unsur dari bauran pemasaran marketing mix, disamping penetapan harga jual, produk, dan distribusi. Promosi sangat berpengaruh terhadap usaha perusahaan untuk mencapai volume penjualan yang maksimal, karena meskipun produk yang ditawarkan sudah baik, relatif murah serta mudah untuk diperoleh, jika tidak disertai promosi yang baik, maka tingkat penjualan tidak akan memadai. Suatu usaha jika ingin mencapai tingkat penjualan yang maksimal, perusahaan Jurnal OPTIMA II Rachmad Sholeh dan Khasbulloh Huda 83 dapat memakai beberapa macam bauran promosi Kotler, 2002644 yaitu periklanan Advertising, promosi penjualan Sales promotion, hubungan masyarakat dan publisitas Public relations, penjualan personal Personal selling, dan pemasaran langsung Direct marketing. Namun dari semua hal yang diharapkan dari promosi, perlu pula dipertimbangkan apakah biaya yang dikeluarkan oleh kegiatan promosi itu dapat memberikan pengaruh yang besar terhadap peningkatan penjualan dan sampai sejauh mana promosi itu dapat menarik konsumen untuk membeli produk yang ditawarkan. Efektivitas promosi sangat tergantung dari pemilihan bentuk promosi yang diperlukan terhadap produk yang dipasarkannya. Suatu jenis produk tertentu memerlukan bentuk promosi tertentu pula dan jenis promosi yang lain harus dipergunakan bentuk promosi yang lain pula. Dengan kata lain tidak semua bentuk promosi dapat cocok dan menjamin keberhasilan promosi tersebut apabila tidak sesuai dengan kondisi yang dimiliki oleh suatu produk. Oleh karena itu, harus dicari suatu bentuk promosi yang sesuai dengan kondisi suatu produk yang akan dipromosikan. E-Commerce E-commerce merupakan suatu istilah yang sering digunakan atau didengar saat ini yang berhubungan dengan internet, dimana tidak seorangpun yang mengetahui jelas pengertian dari e-commerce tersebut. Berikut akan dipaparkan pengertian e-commerce menurut para ahli a. Perdagangan elektronik atau yang disebut juga e-commerce, adalah penggunaan jaringan komunikasi dan komputer untuk melaksanakan proses bisnis. Pandangan populer dari e-commerce adalah penggunaan internet dan komputer dengan browser Web untuk membeli dan menjual produk. McLeod Pearson 2008 59. b. Menurut Hidayat 20085 perdagangan eletronik E-Commerce Menurut Vermaat 200783 E-Commerce merupakan transaksi bisnis yang terjadi dalam jaringan elektronik seperti internet. Siapapun yang mempunyai jaringan internet dapat berpartisipasi dalam E-Commerce. E-commerce juga melibatkan aktivitas yang berhubungan dengan proses transaksi elektronik seperti transfer dana elektronik, pertukaran data elektronik, sistim pengolahan data inventori yang dilakukan dengan sistem komputer ataupun jaringan komputer dan lain sebagainya. Dalam teknologi informasi e-commerce dapat dikategorikan sebagai bagian dari e-business dimana e-business memiliki cakupan lebih luas baik dari segi aktivitas. E-commerce dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan karakteristiknya yaitu 1. Business to Business B2B, Business to Business memiliki karakteristik a. Trading partners yang sudah saling mengetahui dan antara mereka sudah terjalin hubungan yang berlangsung cukup lama. Informasi yang dimiliki hanya ditukar dengan partner tersebut. b. Pertukaran data dilakukan secara berulang-ulang dan berkala dengan format data yang telah disepakati bersama. c. Salah satu pelaku tidak harus menunggu rekan mereka lainnya untuk mengirimkan data. d. Model yang umum digunakan adalah peer to peer, di mana processing intelligence dapat didistribusikan di kedua pelaku bisnis. 2. Business to Consumer B2C, Business to Consumer memiliki karakteristik a. Terbuka untuk umum, di mana informasi disebarkan secara umum pula dan dapat diakses secara bebas. b. Servis yang digunakan bersifat umum, sehingga dapat digunakan oleh orang banyak. Sebagai contoh, Jurnal OPTIMA II Rachmad Sholeh dan Khasbulloh Huda 84 karena sistem web sudah umum digunakan maka service diberikan dengan berbasis web. c. Servis yang digunakan berdasarkan permintaan. Produsen harus siap memberikan respon sesuai dengan permintaan konsumen. d. Sering dilakukan sistem pendekatan client-server. 3. Cosumer to Consumer C2C, Dalam C2C seorang konsumen dapat menjual secara langsung barangnya kepada konsumen lainnya, atau bisa disebut juga orang yang menjual produk dan jasa ke satu sama lain. Mengiklankan jasa pribadi di internet serta menjual pengetahuan dan keahlian merupakan contoh lain C2C. sejumlah situs pelelangan memungkinkan perorangan untuk memasukkan item-item agar disertakan dalam pelelangan. Akhirnya, banyak perseorangan yang menggunakan intranet dan jaringan organisasi untuk mengiklankan item-item yang akan dijual atau juga menawarkan aneka jasa 4. Customer to Busines C2B Customer to Busines adalah model bisnis dimana konsumen individu menciptakan nilai, dan perusahaan mengkonsumsi nilai ini. Sebagai contoh, ketika konsumen menulis review, atau ketika konsumen memberikan ide yang berguna untuk pengembangan produk baru, maka individu ini adalah yang menciptakan nilai bagi perusahaan, jika perusahaan tersebut mengadopsi inputnya. Sebagai contoh, merupakan situs yang memungkinkan seseorang menjual barang kepada perusahaan. Dalam hal ini, internet dapat digunakan sebagai sarana negosiasi. Volume Penjualan Menurut Freddy Rangkuti dalam Ericson Damanik 2013, volume penjualan adalah pencapaian yang dinyatakan secara kuantitatif dari segi fisik atau volume atau unit suatu produk. Dalam kegiatan pemasaran kenaikan volume penjualan merupakan ukuran efisiensi, meskipun tidak setiap kenaikan volume penjualan diikuti dengan kenaikan laba. Jadi dapat diartikan bahwa volume penjualan adalah jumlah dari kegiatan penjualan suatu produk atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan dalam suatu ukuran waktu tertentu. Hasil kerja dalam penjualan diukur dari volume penjualan yang dihasilkan dan bukan dari laba pemasaran. Perusahaan yang berorientasi pada penjualan ini menganut sebuah konsep yang disebut konsep penjualan. Menurut Suyanto 200714, konsep penjualan menyatakan bahwa konsumen akan membeli produk ke ritel jika melakukan promosi dan penjualan yang menonjol. Menurut Kotler dalam Hakim Simanjuntak 2013, faktor-faktor yang mempengaruhi volume penjualan adalah sebagai berikut 1. Harga jual, Faktor harga jual merupakan hal-hal yang sangat penting dan mempengaruhi penjualan atas barang atau jasa yang dihasilkan. Apakah barang atau jasa yang ditawarkan oleh perusahaan dapat dijangkau oleh konsumen sasaran. 2. Produk, Produk salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat volume penjualan sebagai barang atau jasa yang ditawarkan oleh perusahaan apakah sesuai dengan tingkat kebutuhan para konsumen. 3. Biaya promosi, Biaya promosi adalah akktivitas-aktivitas sebuah perusahaan yang dirancang untuk memberikan informasi-informasi membujuk pihak lain tentang perusahaan yang bersangkutan dan barang-barang serta jasa-jasa yang ditawarkan. 4. Saluran Distribusi, Merupakan aktivitas perusahaan untuk menyampaikan dana menyalurkan barang yang ditawarkan oleh perusahaan kepada konsumen yang diujinya. 5. Mutu, Mutu dan kualitas barang merupakan salah satu faktor yang Jurnal OPTIMA II Rachmad Sholeh dan Khasbulloh Huda 85 mempengaruhi volume penjualan. Dengan mutu yang baik maka konsumen akan tetap loyal terhadap produk dari perusahaan tersebut, begitu pula sebaliknya apabila mutu produk yang ditawarkan tidak bagus maka konsumen akan berpaling kepada produk lain. KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS Selanjutnya secara sistematis kerangka konseptual penelitian yang akan dilakukan oleh penulis dapat digambarkan sebagai berikut Gambar Kerangka Pemikiran Peneliti Keterangan Parsial Simultan Hipotesis Berdasakan kerangka konseptual diatas, penulis membuat hipotesis sebagai berikut 1. H1 Media Sosial dan E Commerce memiliki pengaruh signifikan terhadap Volume Penjualan secara Simultan. 2. H2 Media Sosial dan E Commerce memiliki pengaruh signifikan terhadap Volume penjualan secara Partial. METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode studi Kasus, yang bertujuan mengumpulkan data dan informasi serta mendeskripsikan objek penelitian untuk memperolah gambaran secara mendalam dan objektif mengenai kemajuan teknologi terhadap volume penjualan ritel sepatu dan accesoris di kota mojokerto. Teknik Pengambilan Sampel Penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan kombinasi dari beberapa metode atau teknik pengambilan sampel. Sugiyono, 200689 . Penentuan sampel dilakukan melalui purposif purposive sampling. Secara purposif, pengambilan sampel harus menjaring 2 sifat atau kriteria yang diminta dan sesuai dengan maksud dan tujuan dalam penelitian. Kriteria-kriteria yang dimaksud tersebut antara lain 1. Pemilik, Pengelolah dan Karyawan Ritel. 2. Ritel Sepatu dan Accessoris di Kota Mojokerto lebih dari 10 tahun. Teknik Pengukuran Variabel a. Uji Validitas Menurut Arikunto 2006168 validitas adalah suatu ukuran yang menunjukan tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrumen. Uji validitas bertujuan untuk mengetahui bahwa item pertanyaan dengan variabel-variabel adalah valid atau validitas konstruk. Validitas instrument dinilai berdasarkan standar signifikan korelasi α, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan hasil pengujian pada tabel Anova dan summary diatas menunjukkan bahwa variabel Media Sosial dan variabel E-Commerce berpengaruh dan signifikan terhadap variabel Volume Penjualan secara simultan dengan nillai F sebesar dan tingkat signifikan sebesar yang lebih kecil dari 5%. Dan dapat menjelaskan bahwa variabel independent berpengaruh terhadap variabel dependent sebesar atau sisanya di pengaruhi variabel lain. d. Uji T T-tes Uji t dilakukan untuk menguji secara parsial apakah variabel Sosial media dan variabel E-Commerce berpengaruh signifikan terhadap variabel Volume Penjualan dengan kreteria Ho diterima jika thitung ttabel pada α = 5%. Berdasarkan tabel diatas, dapat dijelaskan bahwa variabel Media Sosial dan variabel E-Commerce berpengaruh dan signifikan secara parsial terhadap variabel Volume Penjualan dengan nilai sebesar dan tingkat signifikan sebesar yang lebih kecil dari 5%. Pada variabel Sosial Media mempunyai pengaruh pada variabel Volume Penjualan sebesar dengan tingkat signifikan sebesar yang lebih kecil dari 5%. Dapat diartikan apabila dinaikkan satu satuan maka volume penjualan akan naik sebesar atau Dan pada variabel E-Commerce berpengaruh pada volume penjualan sebesar dengan tingkat signifikan sebesar yang lebih kecil dari 5%. Dapat diartiakan apabila dinaikkan satu satuan maka volume penjualan naik sebesar atau e. Uji Asumsi Klasik Tujuan dari uji normalitas untuk mengetahui apakah masing-masing variabel berdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas diperlukan karena untuk melakukan pengujian-pengujian variabel lainnya dengan mengasumsikan bahwa a. Dependent Variable Volume Penjualan b. Predictors Constant, E Commerce, Sosial Media Std. Error of the Estimate a. Predictors Constant, E Commerce, Sosial Medi Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients a. Dependent Variable Volume Penjualan Jurnal OPTIMA II Rachmad Sholeh dan Khasbulloh Huda 88 nilai residual mengikuti distribusi normal. Jika asumsi ini dilanggar maka uji statistika menjadi tidak valid dan statistika parametik tidak dapat digunakan. Dari hasil output chart diatas, dapat dilihat bahwa titik-titik yang ada selalu mengikuti garis diagonalnya. Oleh karena itu, dapat di simpulkan bahwa nilai residual berdistribusi normal sehingga syarat normalitas nilai residual untuk analisis regresi dapat terpenuhi. Tujuan dari Uji Heteroskedastisitas untuk menguji terjadinya perbedaan variance dari nilai residual pada suatu periode pengamatan ke periode pengamatan yang lainnya. Dari hasil output scatterplots diatas diketahui bahwa telah memenuhi syarat pada uji heteroskedastistas. Dengan demikian dapat disimpulkan tidak terjadi masalah heteroskedastistas, sehingga model regresi yang baik dan ideal dapat terpenuhi. PEMBAHASAN Hasil dari analisis diatas menunjukkan bahwa volume penjual pada Ritel di kota mojokerto di pengaruhi oleh Media Sosial dan E-Commerce. 1. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh media sosial dan e-commerce secara simultan mempunyai pengaruh terhadap volume penjualan sebesar atau %. Di artiakan bahwa media sosial dan e-commerce berpengaruh terhadap volume penjualan ritel sebesar sehingga untuk meningkatkan Volume Penjualan, maka pemilik, pengelola, dan karyawan diharuskan lebih aktif mempromosikan barang dagangan melalui Media Sosial dan juga menjual barang dagangan melalui E-Commerce yang sudah menjadi trend di kalangan masyarakat. 2. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh Media Sosial dan E-Commerce secara parsial berpengaruh terhadap Volume Penjualan. Hasil penelitian Pengaruh media sosial terhadap volume penjualan sebesar atau menunjukkan bahwa dari penjualan ritel tersebut di pengengaruhi oleh penjualan lewat media sosial. Maka dari itu, Untuk meningkatkan volume penjualan pada ritel maka pemilik, pengelola dan juga karyawan harus lebih aktif menggunaan media sosial sebagai sarana mempromosikan produk dan barang dagangannya, agar dapat mudah dikenal oleh konsumen. Sedangkan pengaruh E-Commerce terhadap volume penjualan sebesar atau menunjukan bahwa penjualan dari ritel di pengangaruhi oleh E-Commerce sebesar %. Dengan adanya e-commerce pola jual beli di masyarakat mulai berubah. Banyak ritel memanfaatkan untuk menjual barang daganganya melalui e-commerce, sebab jangkauan zona penjualan yang bertambah luas dan bisa diketahui seluruh masyarakat. Sebab dengan kemajuan teknologi pada saat ini Jurnal OPTIMA II Rachmad Sholeh dan Khasbulloh Huda 89 komsumen tidak harus datang langsung pada ritel untuk mengetahui produk terbaru serta harga yang lebih ideal melainkan hanya melihat pada media sosial dan apikasi jual beli online pada smartphone yang mereka punya. 3. Berdasarkan hasil penelitian diatas di ketahui bahwa variabel media sosial menjadi variabel paling dominan yang mempengaruhi volume penjualan dengan nilai pengaruh sebesar atau % yang lebih besar dari nilai pengaruh variabel E-Commerce. Dapat diartikan apabila Media Sosial merupakan media promosi yang bisa membantu dan meningkatkan Volume Penjualan. Maka dari itu, dalam peningkatan penjualan ritel dibutuhkan lebih aktif untuk mempromosikan barang dagangannya melalui media sosial. Sebab dengan promosi melalui Media Sosial lebih efektif. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, menghasilkan kesimpulan sebagai berikut 1. Terdapat Penggaruh antara variabel Media Sosial dan E-Commerce terhadap Volume Penjualan Ritel secara simultan. Hal ini dibuktikan dengan nilai signifikan dari hasil uji F yang kurang atau lebih keci dari 5%. 2. Variabel Media Sosial dan E Commerce berpengaruh terhadap Volume Penjualan secara parsial. Hal ini di buktikan dengan nilai signifikan dari hasil uji T yang kurang atau lebih kecil dari 5%. 3. Diketahui bahwa Media Sosial mempunyai pengaruh paling dominan terhadap Volume Penjualan dibanding denga E-Commerce. Hal ini di buktikan niai dari hasil uji T yang lebih besar dari nilai E-Commerce. SARAN Untuk meningkatkan volume penjualan ritel, maka pemilik, pengelola dan karyawan lebih aktif mempromosikan barang dagangan melalui media sosial yang sudah ada, baik memalui facebook, whats app dan juga instagram, tidak bisa di pungkiri masyarakat lebih suka menggunakan media sosialnya untuk melihat dan mendapatkan barang yang di inginkan, sebab media sosial juga bisa dijadikan sebagai alat untuk mempromosikan yang lebih akurat dan praktis serta murah. Dan juga lebih diharapkan untuk meningkatkan penjualan melalui E-Commerce yang sudah banyak di gunakan sebagai tujuan masyarakat untuk mendapatkan barang yang diinginkan. Peritail diharapkan bisa memanfaatkan e-commerce yang sudah ada, seperti tokopedia dan lain lain untuk giat mempromosikan barang dagangannya, sebab Jangkauan e-commerce lebih luas dan bisa di kenal pada masyarakat di luar daerah dan juga bahkan bisa dikenal se Indonesia. DAFTAR PUSTAKA Arikunto, Suharsini. 2006. Prosedur Penelitian. Jakarta Rineka Cipta. Astrid, Dewi Kusumastuti. 2009. Sikap Terhadap Pengguna Facebook. Masterthesis. Jakarta Universitas Bina Nusantara. Carr, Caleb T dan Rebecca A Hayes. 2015. “Social Media Defining, Developing, and Atlantic” Journal of Communication. Ericso, Damanik. 2013. Pengertian Volume Penjualan. Jakarta Indeks Kelompok Gramedia. Fandy, Tjiptono. 2008. Strategi Pemasaran. Yogyakarta Andi. Freddy, Rangkuti. 2009. Pengertian Promosi. Jakarta Gramedia Pustaka Utama. Ghozali, Imam. 2013. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Semarang BP Undip Semarang. Jurnal OPTIMA II Rachmad Sholeh dan Khasbulloh Huda 90 Diakses 12 Januari 2018 pukul 1246 WIB. Diakses 13 September 2018 pukul 1739 WIB. Hidayat, Taufik. 2008. Panduan Membuat Toko Online dengan OS Commerce. Jakarta Mediakita. Kaplan, M. dan Haenlein Michael. 2010. "Users of the world, unite! The challenges and opportunities of social media". Business Horizons Volume 53 Number 2 Page 61. Kottler, Philip. 2002. Manajemen Pemasaran. Jakarta Prenhallindo. Kottler, Philip, 2003. Rethinking Marketing, Sustainable Market-ing Enterprise di Asia. Jakarta Prenhallindo. Kottler, Philip. 2009. Manajemen Pemasaran. Jakarta Macanan Jaya Cemerlang. Sugiyono. 2006. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung Alvabeta. Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung Alvabeta. Simanjuntak, Hakim. 2013. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Volume Penjualan. Jakarta Indeks Kelompok Gramedia. Sunyoto. D. 2013. Dasar-dasar Manajemen Pemasaran. Yogyakarta CAPS. Suyanto, M. 2007. Marketing Strategy Top Brand Indonesia. Yogyakarta Andi Offset. ... Langkah pertama, menganalisa kondisi terhadap permasalahan aktivitas penjualan di Toko Happiness, permasalahannya adalah bagaimana cara meningkatkan volume penjualan agar target laba dapat tercapai [10]. Pada tahapan ini kita perlu mengetahui kondisi yang sebenarnya di Toko Happiness. ...Saat ini perkembangan teknologi yang terjadi sangat pesat. Keadaan ini mempengaruhi perkembangan dan metodologi sistem informasi yang harus diikuti oleh berbagai pihak tanpa terkecuali, termasuk Toko Happiness. Toko Happiness adalah toko yang menjual pakaian secara grosir dan retail. Pada awalnya, toko ini masih menggunakan sistem yang serba manual. Namun, seiring perkembangannya Toko Happiness harus mengikuti perkembangan teknologi karena ada berbagai permasalahan yang dihadapi, seperti berbagai laporan yang dihasilkan tidak akurat dan tidak terstruktur dengan baik. Hal ini dikarenakan sulitnya mendata informasi penjualan dan transaksi yang terjadi, bahkan menyebabkan target penjualan yang telah ditentukan tidak tercapai. Selain itu, pembayaran yang belum cashless membuat pihak tertentu merasa kesulitan. Dalam mengatasi permasalahan ini, Toko Happiness membutuhkan sistem informasi yang dapat mempermudah aktivitas penjualan. Metode yang digunakan dalam sistem informasi penjualan Toko Happiness adalah metode Soft System Methodology SSM. Pendekatan SSM ini meyakini bahwa setiap masalah perlu dilakukan studi yang seksama sehingga metode ini diharapkan dapat membantu Toko Happiness dalam menghasilkan laporan keuangan, laporan persediaan barang, pendataan barang menjadi lebih cepat dan akurat, juga dapat mencapai target laba yang telah ditentukan.... Perubahan perilaku konsumen dalam melakukan pembelian ini juga mengubah perilaku memasarkan UMKM. Perubahan perilaku pemasaran oleh pelaku bisnis tersebut terkait dengan startegi promosi dan pemasaran [7] . Strategi yang paling nampak akibat perubahan ini adalah model promosi barang/jasa dari konvensional ke digital. ...Research aim This study aims to measure digital marketing and brand image that can affect the purchase intention of pure flavored implant products Sura's. Design/Methode/Approach This study uses a survey research model Research Finding The results of the study show that digital marketing and brand image have a significant effect on purchase intention. Theoretical contribution/Originality This research also proves that digital-based marketing activities through Marketpalce and social media are very effective during the pandemic. Practitionel/Policy implication digital marketing and brand image play a role in increasing sales. to increase the sales intention of these products, the management must improve digital marketing. Research limitation This research only focuses on two variables, namely digital marketing and brand image.... Technology that is used optimally, is expected to continue to grow so that it can help the development of marketing. The results of this study support the research of Indika andJovita 2011, Rakhmawati 2018, Sholeh and Huda 2019, and Kumalasari and Prasetyo 2018 that social media can be used as promotional media to increase sales volume. Social media is useful for promotions that are cheap, practical, and easy to use. ...Ulfah SetiaThe company's sales target can be achieved through ongoing promotional activities. Sales promotion can be done through various media, one of which is social media. Social media is currently a profitable means of promotion because many people in this era use social media. Social media is a necessity along with the development of information technology. This study aims to determine the sales promotion of coffee companies using social media Facebook, Instagram, and Twitter. Makro Coffee Roastery is a coffee company located in Sumbersari District, Jember Regency. Makro Coffee Roastery processes raw coffee beans into coffee grounds. The types of coffee sold include arabica, liberica, and robusta. Products sold are coffee in the form of coffee beans and powder. Information on research data was collected through observation of social media accounts and interviews with company management. The results showed that the social media Facebook, Instagram, and Twitter of the Macro Coffee Roastery account as a media for company promotion and drive the achievement of planned sales. Company sales through social media have increased quite significantly and are considered effective as a way of introducing products to consumers. Other social media need to be used as an effort to increase sales of Macro Coffee Roastery.... Selain itu, terbatasnya pengetahuan dan kemampuan masyarakat terkait perkembangan teknologi dan penggunaan teknologi dalam kegiatan yang mendukung aktivitas yang menghasilkan income karena sebagian besar remaja berada di luar daerah untuk menuntut ilmu ataupun bekerja diluar kota membuat transfer knowledge sedikit terhambat. Sementara menurut Sholeh & Huda 2020, pemanfaatan kemajuan teknologi dalam dunia bisnis dan digital marketing untuk meningkatkan volume penjualan di era saat ini menjadi sebuah kebutuhan. ...Siti Muhimatul KhoirohHerlina HerlinaMohammad Insan RomadhanPurpose Wonomerto Village is a durian and milk-producing village; besides, the majority of the people work as rice farmers. Durian and milk are a side business that is used as additional income during the waiting period for harvest. The price is quite low than the price of durian or milk in cities. This is a problem for the government who wants to raise the village's natural products as a potential business to support the tourism program of the City of Jombang. Method A 4-stage work program was compiled to solve the problems of Wonomerto Village partners, namely socialization, implementation, evaluation and reporting. The implementation of partnerships in the field of entrepreneurship in the form of processing milk production, durian, as well as online packaging and marketing techniques by utilizing a mini studio made from affordable materials to penetrate the online market. Results The results of this training program are that the community is able to make various processed products with added value, such as milk candy, fresh milk variants, durian pies, and durian milk cakes with attractive packaging to be marketed in various tourist attractions in Jombang. Conclusions This training has a positive impact in increasing understanding of innovation and technology by 70% as well as interest in innovation for increasing the existence of the creative industry in Wonomerto Village. Keywords Product innovation, Milk, Durian, Packaging, marketingAndy SantosoHolong Marisi SimalangoPurchase order PO merupakan proses ketika staf sales mencatat pesanan barang oleh pihak distribusi yaitu minimarket, supermarket, dan toko yang disesuaikan stok barang gudang. Staf sales menggunakan daftar stok barang yang telah dicetak oleh staf admin untuk mengunjungi tempat distribusi dalam pemeriksaan ketersediaan barang. Staf sales mengirimkan catatan pesanan kepada staf admin menggunakan aplikasi jejaring sosial yaitu LINE. Staf admin mencatat kembali pesanan untuk staf gudang agar menyiapkan barang sesuai pesanan. Analisis susulan sistem PO merupakan analisis model / cara sistem lama, dimana dapat dijadikan sebagai solusi alternatif kekurangan sistem lama. Analisis usulan sistem PO ini berfokus pada beberapa aktor, yaitu staf admin, staf sales, dan staf gudang. Aktor staf admin memiliki hak untuk mengelola data pegawai, mengelola data pelanggan, mencetak laporan, dan mengelolah data barang. Aktor staf sales memiliki hak untuk menampilkan katalog, melihat daftar data barang, dan mengelola PO. Aktor staf gudang memiliki hak untuk melihat laporan PO. Object oriented analysis OOA merupakan metodologi yang digunakan untuk melakukan analisis, dan menggunakan unified modeling language UML untuk sebagai analisis proses bisnis dan sistem. Hasil dari analisis sistem PO adalah bentuk rekomendasi analisis dan rancangan tampilan antarmuka untuk rancang bangun aplikasi ke tahap selanjutnya. Analisis rancangan arsitektur sistem dan kebutuhan perangkat dengan penerapan tren teknologi yang akan memberi kemudahan dan dukungan kepada staf admin, staf sales, dan staf gudang yang akan menggunakan sistem PO di UD. Budi Indo Akbar AlkatiliArya Budi SaputraAulia ZahraSyti Sarah MaesarohTeknologi yang semakin maju membawa efek dan dampak kepada pekerjaan semakin mudah untuk dilakukan. Mudahnya akses internet membuat para pelaku usaha memanfaatkan ini untuk mengembangkan usahanya. Penelian ini bertujuan untuk mengetahui rasa skeptis dan keingintahuan yang besar pada efektivitas dan seberapa besar pengaruh dari penggunaan tagar atau hashtag pada media sosial khususnya instagram pada bidang usaha thrift. Penggunaan metode di dalam observasi dan penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara dengan melibatkan 4 narasumber yang memiliki usaha thrift dan juga kajian literatur dari berbagai sumber di beberapa jurnal sebagai penguat dalam penelitian ini. Dari hasil penelitian ini, para pelaku usaha thrift yang kami wawancarai sepakat mengatakan bahwa penggunaan hashtag dalam penjualan di instagram membantu dalam meningkatkan concept of Social Media is top of the agenda for many business executives today. Decision makers, as well as consultants, try to identify ways in which firms can make profitable use of applications such as Wikipedia, YouTube, Facebook, Second Life, and Twitter. Yet despite this interest, there seems to be very limited understanding of what the term “Social Media” exactly means; this article intends to provide some clarification. We begin by describing the concept of Social Media, and discuss how it differs from related concepts such as Web and User Generated Content. Based on this definition, we then provide a classification of Social Media which groups applications currently subsumed under the generalized term into more specific categories by characteristic collaborative projects, blogs, content communities, social networking sites, virtual game worlds, and virtual social worlds. Finally, we present 10 pieces of advice for companies which decide to utilize Social Membuat Toko Online dengan OS CommerceTaufik HidayatHidayat, Taufik. 2008. Panduan Membuat Toko Online dengan OS Commerce. Jakarta Marketing, Sustainable Market-ing Enterprise di AsiaPhilip KottlerKottler, Philip, 2003. Rethinking Marketing, Sustainable Market-ing Enterprise di Asia. Jakarta Prenhallindo. Kottler, Philip. 2009. Manajemen Pemasaran. Jakarta Macanan Jaya Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&DSugiyonoSugiyono. 2006. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung Penelitian KuantitatifSugiyonoSugiyono. 2010. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung yang Mempengaruhi Volume Penjualan. Jakarta Indeks Kelompok GramediaHakim SimanjuntakSimanjuntak, Hakim. 2013. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Volume Penjualan. Jakarta Indeks Kelompok Gramedia. Sunyoto. D. 2013. Dasar-dasarMarketing Strategy Top Brand IndonesiaM SuyantoSuyanto, M. 2007. Marketing Strategy Top Brand Indonesia. Yogyakarta Andi Offset.
- International Data Corporation IDC memperkirakan anggaran penggunaan teknologi informasi pada sektor ritel akan tumbuh 17 persen per tahun hingga 2021. Ini menjadikan sektor ritel menjadi salah satu sektor dengan pertumbuhan tercepat untuk belanja teknologi di Indonesia. IDC memperkirakan sektor ritel akan memprioritaskan transformasi digital untuk meningkatkan business operations, customer engagement dan pemahaman yang lebih baik tentang referensi berbelanja konsumen. Sebagai bentuk dukungan untuk menginkatkan inklusi ekonomi digital, WIR Group sebuah perusahaan pengembangan teknologi robotic mengadakan pertemuan para pelaku usaha dalam acara Disrubto 2019. Acara ini akan mempertemukan startup, korporasi modal ventura dan instusi keuangan, baik lokal maupun global. Mengusung tema The Future of Humanity’ acara ini ditujukan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat bagaimana teknologi yang diadaptasi dan berkembang begitu cepat pada kehidupan manusia di masa depan namun tetap mengedepankan sisi humanity. Michael Budi, CEO & Co Founder WIR Group, mengatakan bahwa WIR Group beroperasi dengan prinsip bisnis fundamental melihat ajang ini sebagai pemanfaatan digital reality dalam beragam sektor, terutama sektor yang ingin bertransformasi. “Sepanjang perjalanan kami bekerja sama dengan beberapa pemimpin industri di Indonesia diantaranya Alfamart, Kimia Farma, Electronic City, PHRI, PPJI, dan Awadah Group berafiliasi dengan NU,” kata Muchael di Plaza Indonesia, Jumat 22/11/2019. Michael juga mengatakan, industri ritel merupakan salah satu industri yang memiliki pertumbuhan tercepat yang menuntut diferensiasi dalam pengalaman mengkonsumsi dan berbelanja. Oleh sebab itu, teknologi digital reality akan menjadi solusi strategis dalam pengembangan bisnis dan transformasi. “Teknologi digital retail bersifat inklusif karena bisa diterapkan di beragam sektor seperti fintech, kesehatan, agrikultur, transportasi dan pelayanan informasi di bandara serta lainnya,” jelas Budi. Namun, menciptakan platform teknologi baru tidak hanya memberikan manfaat tetapi juga memberdayakan masyarakat dari manfaat yang ditimbulkan oleh perkembangan teknologi yang selaras dengan humanity. Daniel Surya selaku Executive Chairman & Co Founder Disrubto mengatakan bahwa teknologi tidak semerta-merta hanya demi kepentingan perusahaan semata, melainkan juga bermanfaat bagi umat manusia. “Adaptasi teknologi yang saat ini mendorong masyarakat agar lebih adaptif. Apalagi anak jaman sekarang sangat inovatif, jadi lebih kepada humanity provit yang harus diperhatikan,” ungkap Daniel. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Pilih Kawasan Anda Masuk untuk mengakses konten terbatas Menggunakan Pencarian di Anda dapat dengan mudah mencari di seluruh situs dalam beberapa cara. Nama Merek Core i9 Nomor Dokumen 123456 Nama Kode Alder Lake Operator Khusus “Ice Lake”, Ice DAN Lake, Ice ATAU Lake, Ice* Tautan Cepat Anda juga dapat mencoba tautan cepat di bawah ini untuk melihat hasil pencarian paling populer. Informasi Produk Dukungan Driver & Perangkat Lunak Pencarian Terbaru Masuk untuk mengakses konten terbatas Pencarian Tingkat Lanjut Hanya pencarian di Judul Deskripsi ID konten Sign in to access restricted content. Versi peramban yang Anda gunakan tidak disarankan untuk situs untuk memutakhirkan ke versi peramban terbaru dengan mengklik salah satu tautan berikut. Safari Chrome Edge Firefox Transformasi Digital Ritel Menguak Berbagai Peluang Celah antara pengalaman ritel digital dan fisik telah ditutup. Pembelanjaan yang sangat nyaman dan melalui omnisaluran didukung oleh efisiensi operasional yang kini merupakan sebuah persyaratan bagi para peritel untuk tetap terinformasi dan diuntungkan dalam bisnis. Sebagai pemimpin teknologi, Intel memiliki riwayat panjang dalam memajukan teknologi ritel melalui kolaborasi dengan peritel. Bersama dengan ekosistem mitra kami yang luas, Intel menawarkan berbagai teknologi dan solusi inovatif dan cerdas yang dibangun pada infrastruktur bersama yang terbuka untuk menghadirkan fleksibilitas, performa, keamanan, dan kerserbagunaan yang dibutuhkan untuk mengatasi tantangan masa kini dan siap digunakan para peritel untuk kemajuan masa depan. Pelanggan yang terbiasa dengan kesegeraan dan kenyamanan e-commerce serta ketersediaan konten digital yang informatif dan menarik dari ujung jari mereka, kini menginginkan pengalaman itu diperluas ke dalam toko fisik. Para pembelil juga telah menjadi lebih tajam, loyalitas mereka terhadap merek dapat berubah berdasarkan pengalaman negatif yang dialami, ketersediaan produk, dan kesesuaian dengan nilainya, termasuk bukti komitmen terhadap keberlanjutan dari para peritel yang sering mereka Pada saat yang sama, peritel menghadapi sumber daya staf yang makin sedikit, keterlambatan rantai pasokan, kerentanan persediaan produk, dan penyusutan. Sebagai strategi untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dan mengatasi tantangan operasional, para peritel yang sukses dengan merangkul transformasi digital ritel, berinvestasi hingga tiga kali lipat dari pengeluaran TI mereka2 untuk menciptakan infrstruktur yang terhubung, cerdas, dan menyeluruh yang memanfaatkan edge demi wawasan yang dapat dilaksanakan lebih cepat dan mendekati real-time dan cloud untuk analisis data yang lebih dalam di seluruh sistem. Intel berada di posisi yang tepat untuk membantu peritel mencapai tujuan transformasi mereka dan mempercepat waktu menjadi nilai dengan alat dan teknologi perangkat lunak yang dioptimalkan dan siap pakai di pasar. Dengan teknologi inovatif yang memenuhi kebutuhan kasus penggunaan baru, para peritel mendapatkan arsitektur TI yang menskalakan, memungkinkan pengiriman solusi yang cepat dari bisnis ke edge untuk operasi yang terbukti sukses pada masa depan. Mengubah Pengalaman Belanja Transformasi ritel yang sesungguhnya menghadirkan pengalaman yang imersif dan sangat nyaman bagi pelanggan dan membedakan peritel terkemukan dari pesaing mereka. Intel dan mitra kami bekerja sama dengan peritel guna mewujudkan visi ini melalui teknologi terintegrasi yang cerdas dan solusi yang dapat diskalakan yang menggunakan data pada setiap level bisnis. Dari sistem checkout mandiri dan rak cerdas hingga robot rak dan lantai dalam pusat pemenuhan mikro, peritel dapat menggunakan kekuatan kecerdasan buatan AI dan analitik untuk mempelajari perilaku pelanggan guna mengaktifkan optimisasi yang hampir real-time, mengukur keberhasilan promosi strategi, memastikan produk tersedia dalam stok dan rak, mempercepat proses, dan memberikan cara berbelanja yang lebih nyaman dan menarik. Jelajahi toko pintar Jelajahi pusat pemenuhan mikro Temukan Solusi Ritel Solusi dari Intel dan mitra ekosistem kami telah terbukti, dapat diskalakan, dan dapat dioperasikan dengan standar terbuka untuk membantu mempercepat inovasi, transformasi operasional, dan dampak waktu bagi pelanggan dan bisnis. Mengurangi Kerugian dan Meningkatkan VIsibilitas dengan AI Ketergantungan yang meningkat pada opsi checkout mandiri dan pengembalian mandiri pelanggan untuk belanja yang lebih nyaman dan tanpa hambatan serta untuk mengatasi tantangan kepegawaian modern juga telah meningkatkan potensi pencurian. Saat ini, peritel membutuhkan solusi untuk membantu mereka memantau inventaris dengan cermat, mulai dari truk hingga rak, untuk mendeteksi potensi penyusutan dan mencegah kehilangan. Jelajahi AI dalam ritel Meningkatkan Pendapatan dengan Pengalaman Keterlibatan Konsumen lebih cerdas dari sebelumnya, memilih untuk mendukung merek dan peritel yang membuat belanja diinginkan, dipersonalisasi, dan menarik. Pada saat yang sama, ada peluang dalam lingkungan ritel fisik untuk memenuhi harapan konsumen, peritel, dan merek untuk daya tarik merek, koneksi yang lebih dalam, dan — pada akhirnya — aliran pendapatan baru untuk keuntungan. Dengan begitu, teknologi menciptakan ulang keterlibatan yang dipersonalisasi dan kontekstual di seluruh toko fisik, mulai dari lorong hingga ujung sampai ke titik pembelian. Memperluas jangkauan dengan pesan digital Lakukan lebih banyak dengan rak pintar Mengubah Rantai Pasokan Anda dengan Analitik Ritel yang Cerdas Peritel berada di bawah tekanan untuk memberikan produk berkualitas sekaligus memenuhi permintaan yang meningkat dan harapan konsumen modern. Rantai pasokan yang terfragmentasi, staf yang lebih sedikit, dan potensi kerentanan untuk kekurangan produk dan kemampuan peregangan penyusutan untuk akuntabilitas inventaris. Meningkatkan ketangkasan operasional melalui teknologi, termasuk AI dan analitik data serta solusi edge dan cloud yang cerdas, dapat membantu peritel meningkatkan visibilitas rantai pasokan, prakiraan, serta kualitas dan ketersediaan produk. Menyelami analitik ritel Memfasilitasi Keterkelolaan dan Keamanan Perangkat komputasi dengan performa tinggi, andal, dan aman adalah kunci untuk memberikan pengalaman yang menarik, memberdayakan karyawan, dan mempertahankan operasi bisnis. Platform Intel vPro menyatukan performa kelas bisnis dengan keamanan data tingkat perangkat keras yang terintegrasi dan kemampuan pengelolaan jarak jauh untuk membantu peritel memaksimalkan waktu kerja perangkat dan produktivitas karyawan serta mengurangi total biaya dukungan dan gangguan kerja. Temukan platform Intel vPro Lihat bagaimana Bsquare memanfaatkan platform Intel vPro Berinovasi Lebih Cepat dengan Inisiatif Ritel Terbuka Bersama dengan perusahaan teknologi terbaik lainnya, Intel berdedikasi untuk mempercepat inovasi ritel berskala melalui karya kami untuk Inisiatif Ritel Terbuka. ORI mempromosikan pertukaran ide secara bebas dalam industri ritel dengan pendekatan sumber terbuka untuk mendorong kemajuan teknologi. Tujuan ORI adalah untuk memungkinkan solusi yang dapat diakses yang mempercepat iterasi, fleksibilitas, dan inovasi dalam skala besar, dari edge hingga cloud. Pelajari Inisiatif Ritel Terbuka ORI Pertanyaan Umum Teknologi ritel mencakup sistem digital, solusi, dan inovasi yang digunakan di lokasi ritel fisik dan platform online untuk efisiensi operasional dan menghadapi pelanggan. Ini membentuk tulang punggung transformasi digital ritel. Peritel modern memberikan pengalaman pelanggan yang berkualitas menggunakan berbagai jenis dan ragam teknologi, termasuk sistem point of sale POS canggih yang mengumpulkan data pembelian, riwayat pelanggan, dan pergerakan inventaris. Teknologi tambahan mencakup reklame digital, kios swalayan, dan analitik untuk memberikan rekomendasi yang dipersonalisasi berdasarkan perilaku sebelumnya. Checkout otomatis telah menjadi arus utama dengan opsi pembayaran mandiri tanpa sentuhan yang menggunakan visi komputer. Rak pintar mendukung validasi inventaris real-time, sementara robotika menangani pekerjan gudang. Pada dasarnya, peritel bergantung pada teknologi ritel untuk memberikan pengalaman pelanggan yang ditingkatkan dan operasi yang lebih cerdas. Teknologi ritel cerdas memberikan pengalaman pelanggan yang ditingkatkan melalui analitik prediktif untuk memahami preferensi dan perilaku pelanggan serta kecerdasan buatan untuk menyesuaikan perjalanan pelanggan. Lebih lanjut, teknologi ritel cerdas mendukung peritel dalam memantau tingkat kesesuaian stok untuk menghindari terlalu banyak, atau terlalu sedikit, produk saat ini. Teknologi dan solusi Internet of Things IoT yang didukung komputasi edge untuk ritel, termasuk sensor, kios, sistem POS, dan perangkat lain yang terhubung ke internet, memungkinkan bisnis untuk mengumpulkan, menganalisis, dan bertindak berdasarkan data dalam waktu yang hampir real time. Ketika terintegrasi dengan sistem bisnis lain dan didukung oleh infrastruktur jaringan modern, data dari perangkat IoT dapat digunakan oleh peritel untuk memberikan pengalaman belanja yang dipersonalisasi dan lebih aman, serta meningkatkan akurasi inventaris dan efisiensi operasional, semua hal utama untuk memberikan pengalaman konsumen omnisaluran yang tanpa hambatan. Misalnya, IoT di ritel berarti pelanggan dapat memindai jendela toko dengan ponsel mereka untuk mempelajari tentang produk atau harga, rekan penjualan dapat mengakses inventaris toko melalui tablet, atau tag inventaris yang diaktifkan dapat dibaca oleh jam tangan pintar. Mengubah Konsep Ritel Kisah Sukses Memulai Solusi Ritel Inisiatif Ritel Terbuka Informasi Produk dan Performa
JAKARTA – Pertumbuhan investor ritel pada pasar modal Indonesia merupakan dampak dari kemajuan teknologi serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap Senior CSA Research Institute Reza Priyambada mengatakan pertumbuhan investor ritel di Indonesia cukup pesat selama 2 tahun terakhir. Menurut Reza, pertumbuhan positif ini disebabkan oleh semakin terbukanya akses masyarakat ke pasar modal seiring dengan perkembangan teknologi.“Keinginan masyarakat untuk berinvestasi, khususnya ke saham juga jadi semakin besar,” katanya saat dihubungi, Minggu 25/7/2021. Perkembangan teknologi tersebut, kata Reza, juga kian meningkatkan literasi finansial masyarakat tentang pentingnya berinvestasi. Hal tersebut juga ditambah dengan semakin mudahnya investasi pada pasar saham yang dapat dilakukan melalui mengatakan, potensi pertumbuhan investor ritel ke depannya akan positif seiring dengan inovasi-inovasi yang dilakukan otoritas bursa dan pelaku pasar lain untuk semakin memperlebar akses JugaMNC Sekuritas Optimistis Lanjutkan Pertumbuhan Investor Ritel pada Semester II/2021Bos-bos Emiten Tancap Gas Borong Saham, Kode Buat Investor Ritel?“Selain itu, saat ini mulai banyak komunitas-komunitas yang membahas saham sehingga dapat menarik perhatian masyarakat ke level yang lebih dalam,” Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia BEI Hasan Fawzi mengatakan euforia investor di pasar modal sejak seiring dengan efek pandemi yang terjadi sejak tahun lalu masih terus berlanjut di tahun pandemi yang belum usai sehingga pembatasan-pembatasan kegiatan kembali terjadi membuat masyarakat mengalihkan dana konsumsinya ke investasi melalui instrumen pasar modal, termasuk saham.“Retail investornya lebih active sepanjang bulan Juni kemarin. Mungkin karena mereka melihat valuasi market sudah atraktif,” katanya beberapa waktu itu, Data Kustodian Sentral Efek Indonesia KSEI menyebutkan, per akhir Juni 2021 jumlah investor pasar modal Indonesia mencapai 5,60 juta investor dengan 44,82 persen atau 2,51 juta di antaranya adalah investor C-Best atau pasar saham. Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Editor Aprianto Cahyo Nugroho Konten Premium Nikmati Konten Premium Untuk Informasi Yang Lebih Dalam
jelaskan pengaruh perkembangan teknologi terhadap bisnis ritel