tarian tradisional suku aborigin adalah
Terkadang tarian digunakan sebagai tradisi inisiasi untuk merayakan fase kehidupan baru. Misalnya, tarian kedewasaan untuk remaja, menyambut mereka hingga dewasa. Di sini, mendongeng dalam komunitas Aborigin Australia adalah benang merah yang menyatukan semua aspek kehidupan sosial dan budaya.
SukuAborigin meluruskan batang itu untuk menjadi senjata. Ukuran tombak sekitar 270 cm. Caranya membuat tombak yaitu potong pohon panaskan cabang pohon di atas api kecil. Kemudian dibentuk menjadi tombak yang diingin. Duri kayu dilekatkan pada ujung tombak memakai urat kanguru dan hewan emu.
Taritarian Tradisional tersebut bahkan menjadi terkenal dan mendunia berkat inkulturasi penjelajahan dari Bangsa-bangsa Kolonial dan penyebaran melalui Media. Penduduk asli Australia adalah Suku Aborigin yang memiliki kultur serupa Papua Nugini dan sebagian kawasan Pasifik. Tarian Tradisional Suku Aborigin di Benua Australia yang cukup
Salahsatu senjata tradisional suku Aborigin adalah Bumerang. Boomerang adalah senjata lempar khas suku Aborigin dari Australia yang digunakan untuk berburu. Sementara senjata serupa Throwing Stick (tongkat lempar) juga diketahui dibuat oleh kebudayaan-kebudayaan lain di seluruh dunia, kebanyakan orang mengasosiasikan bumerang dengan Australia karena konsistensi sejarah dan ragam contohnya.
Taritradisional adalah sebuah tarian yang lahir, tumbuh, dan berkembang dalam suatu kelompok masyarakat. Tarian ini lalu diturunkan atau diwariskan secara terus-menerus dari generasi ke generasi. Baca Juga: Rekomendasi Alat Musik Tradisonal asli Indonesia yang Mendunia dan Mudah Dimainkan. Dengan kata lain, tari tradisional adalah jenis tarian
Comment S Inscrire Sur Twoo Site De Rencontre. Mengulik hal-hal unik dari berbagai belahan dunia kerap mendatangkan keseruan tersendiri. Banyak hal baru yang bisa kita pelajari seperti budaya, suku bangsa, bahasa hingga makanan khasnya. Nah, dalam artikel kali ini, theAsianparents akan mengulas lebih jauh tentang suku Aborigin yang mendiami benua Australia. Parents dan si kecil mungkin saja tak banyak tahu tentang suku asli Negeri Kanguru ini. Namun, apakah suku Aborigin sama halnya suku pedalaman di Indonesia? Langsung saja, yuk, simak ulasan sampai akhir! 5 Fakta Suku Aborigin 1. Suku Asli Australia yang Suka Berburu Suku aborigin merupakan suku yang pertama kali mendiami benua Australia, wilayah Tasmania dan Kepulauan Welat Torres. Nama Aborigin sendiri diambil dari bahasa Latin yakni “Aborigine” yang berarti “awal”. Semenjak bangsa Eropa berhasil menduduki wilayah benua Australia, keberadaan suku ini mulai tergusur oleh adanya bangsa asing. Suku Aborigin memiliki kebiasaan mencari ikan dan berburu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Hewan buruan mereka berupa hewan-hewan liar seperti kanguru, tasmanian devil, hingga wombat. Suku Aborigin berburu menggunakan tombak dan bumerang. Daging hewan buruan dikonsumsi dan kulit hewan digunakan sebagai baju yang berfungsi menghangatkan badan saat musim dingin. Sementara pada saat menangkap ikan, mereka biasa menggunakan jaring dan tombak. Bumerang, senjata tradisional Aborigin Suku dari benua Australia ini hidup secara nomaden atau berpindah-pindah. Tak heran jika ada yang menyebutnya sebagai suku pengelana. Mereka biasanya membangun rumah dari ranting-ranting pepohonan dan dedaunan kering. Lantaran tak bermukim di suatu daerah dalam jangka waktu yang lama, mereka hanya membuat rumah sederhana. Hanya untuk untuk tempat berteduh dan melepas lelah. Artikel terkait 6 Fakta Unik Suku Mante yang Misterius di Hutan Aceh, Benarkah Mereka Masih Ada? 2. Sejarah Suku Aborigin yang Tersingkir dari Wilayahnya Sendiri Diperkirakan oleh para peneliti sekitar tahun lalu, nenek moyang suku bangsa Aborigin sudah sampai ke Australia dari arah utara Asia Tenggara dan Indonesia. Sebelum kedatangan bangsa kolonial ke benua Australia, mereka sudah menempati hampir seluruh wilayah Australia. Saat itu, jumlah penduduk Aborigin mencapai jiwa. Namun, ketika itu suku tersebut memiliki budaya yang berbeda-beda dan terbagi menjadi beberapa golongan seperti Aborigin Koorie yang menghuni wilayah Sidney, Aborigin Yolngu di pesisir utara Australia dan, Aborigin Larrakeyah yang ada di wilayah Darwin. Suku Aborigin hidup terisolasi di dalam Benua Australia hingga pada tahun 1700-an mereka mulai bersinggungan dengan bangsa Barat. Pada awal kemunculan bangsa Barat, suku ini merasa bingung dengan orang-orang berkulit pucat dan berpenampilan lebih maju dari cara mereka berpakaian. Setelah Barat menduduki Australia, suku Aborigin memilih menjauh dari pemukiman orang Inggris kala itu. 3. Jumlah Suku Aborigin Saat Ini Perempuan Aborigin Keterasingan suku ini di benua Australia semakin terlihat setelah ditemukannya emas di benua tersebut. Bangsa Barat mengusir dan merampas tanah serta suku Aborigin. Tak sedikit pula penduduknya yang dibunuh. Sementara ratusan jiwa yang tersisa terusir ke wilayah gersang nan tandus. Akibatnya, mereka terkena wabah dan kelaparan yang berujung pada kematian. Ditambah lagi adanya perang antar golongan suku yang membuat jumlah mereka semakin sedikit. Saat ini diperkirakan jumlah penduduk suku tersebut hanya tinggal jiwa. Ini sudah termasuk dengan suku asli Aborigin yang jumlahnya hanya sisanya sudah tercampur dengan ras lainnya. Artikel terkait Kehidupan Masyarakat Suku Asmat, Perempuan yang Jadi Tulang Punggung Keluarga 4. Memiliki Kemiripan dengan Orang Papua Melansir dari situs Pinterpandai, suku ini memiliki kemiripan dengan orang Papua dengan kulit yang gelap. Ini karena sekitar tahun lalu, orang-orang Papua menjelajah hingga ke benua Australia dan menetap di sana. Seiring berjalannya waktu, fisik mereka mengalami berbagai perubahan. Mayoritas mereka lebih pendek dibandingkan dengan orang-orang Papua. Selain tubuh yang pendek, suku ini juga memiliki tipe rambut keriting dan sebagian berwarna kemerahan. Melansir BBC Indonesia, tahun 2013 yang ada penelitian tentang perbandingan DNA suku Aborigin dengan orang Papua dan India. Studi ini memberikan hasil bahwa para imigran yang menginjakkan kaki di Australia terisolasi dalam waktu yang lama sampai bangsa Eropa menyusul ke benua tersebut di tahun 1800-an. Studi tersebut juga membandingkan kekerabatan antara gen Papua dan gen India. Ditemukan juga adanya hubungan genetik pada gen Papua dan gen Aborigin yang diperkirakan tiba tahun lalu. Ketika itu, wilayah Australia dan Papua masih menyatu membentuk sahul. Ini berarti, suku Aborigin masih berkerabat dengan bangsa Indonesia. Artikel terkait Ayah Menyusui Bayi? Hanya Ada dalam Budaya Suku Aka di Republik Kongo 5. Berjiwa Seni Tinggi Siapa sangka, orang Aborigin ternyata berjiwa seni yang tinggi. Ini dibuktikan dengan banyaknya lukisan di dinding gua yang ditemukan. Selain itu, suku ini juga jago memahat. Jika ingin mengetahui keseluruhan karya seni khas Aborigin, Parents dapat mengunjunginya di museum seni Aborigin di Australia. Tak berbeda dengan suku pedalaman yang ada di Indonesia, suku bangsa Aborigin masih menganut kepercayaan pada roh agung. Dalam kepercayaannya, roh agung akan memberikan bimbingan dan petunjuk untuk menjalani kehidupan ini. Seiring berjalannya waktu, mereka mulai mengenal agama Kristen dan saat ini mayoritas memeluk agama tersebut. Sayangnya, bangsa Aborigin kini merasa tersisih dan terasing dari negaranya sendiri. Hal ini ditengarai karena kehadiran bangsa kulit putih. Suku ini juga kerap dipandang sebagai suku yang terbelakang di Australia. **** Nah, itulah ulasan tentang suku Aborigin beserta sejarah dan asal usulnya. Meskipun suku tersebut saat ini jumlahnya semakin sedikit dan terasing, tetapi mereka masih dapat bertahan dan berkembang di tengah perkembangan zaman yang semakin modern. Baca juga 5 Fakta Anak-anak Suku Baduy Terkait Pendidikan di Lingkungan Adat Ayah Menyusui Bayi? Hanya Ada dalam Budaya Suku Aka di Republik Kongo Ayah Menyusui Bayi? Hanya Ada dalam Budaya Suku Aka di Republik Kongo Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.
832 PM Sejarah dan Kebudayaan Suku Aborigin – Australia. Suku Aborigin Australia atau biasa disebut juga Pribumi-Australia merupakan penduduk asli benua Australia dan kepulauan disekitarnya, termasuk juga mencakup Tasmania dan kepulauan selat Torres. Suku Aborigin memiliki bentuk fisik yang mirip orang papua. Hal ini karena mereka memang keturunan orang Papua yang menjelajah ke benua Australia, sikitar tahun lalu. Namun saat ini dalam perkembangannya, bentuk fisik suku Aborigin saat ini rata-rata lebih kecil dan lebih pendek dari orang Papua. Rambut keriting, namun sebagian warnanya sudah kemerah-merahan atau cokelat pucat, sedangkan warna kulit mereka gelap. Masyarakat Aborigin bukanlah entitas sosial tunggal, mereka memiliki komponen dan segmen yang berbeda dalam mode subsisten, budaya, serta bahasa. Asal usul kata Aborigin Dalam bahasa Inggris kata "Aborigin" mempunyai arti "penduduk asli/penduduk pribumi". Kata aborigin tersebut mulai digunakan sejak abad ke-17 untuk mengacu kepada penduduk asli Australia saat itu. Sebutan ini diambil dari bahasa latin ab origine, yang berarti "dari awal". Suku aborigin diperuntukan bagi penduduk yang sejak semula tinggal di suatu daerah atau pulau. Kata Aborigin memiliki arti paling awal dikenal’. Mereka memiliki budaya, warisan, dan sejarah yang berbeda dari kelompok-kelompok lain di seluruh dunia. Bahasa Penduduk pribumi ini berbicara lebih dari 250 bahasa dan dialek yang berbeda dan dianggap sebagai 20 jenis bahasa di dunia yang terancam punah. Bahasa asli suku Aborigin Australia diketahui tidak terkait dengan salah satu bahasa di bagian lain dunia. Saat ini, hanya ada kurang dari 200 bahasa asli Australia yang digunakan. Ahli bahasa mempelajari bahasa Australia dengan dua jenis yaitu Bahasa Pama-Nyungan mayoritas terdiri dari keluarga bahasa terkait, sedangkan yang tidak berhubungan dipelajari ahli sebagai bahasa non-Pama Nyungan. Kelompok bahasa tersebut diyakini sebagai hasil dari kontak yang lama dan intim. Sebuah fitur umum dari bahasa adalah bahwa mereka menampilkan cara bicara khusus yang intim digunakan dan hanya digunakan di hadapan kerabat. Budaya Masyarakat Aborigin hidup dengan cara berburu dan mencari ikan. Mereka berburu binatang liar seperti kanguru, dengan tombak, panah, dan bumerang senjata khas orang Aborigin. Di daerah yang beriklim dingin, kulit kanguru ini digunakan sebagai bahan pakaian. Ilmu bercocok tanam dan beternak belum dikenal, karenanya kelompok anak suku aborigin tidak pernah berkelana jauh dari sumber-sumber air atau sungai. Mereka juga tidak pernah tinggal lama di suatu daerah. Rumahnya amat sederhana, terbuat dari susunan ranting pohon dan dedaunan. Dalam kehidupan sosial dan pemerintahan mereka dipimpin oleh kepala suku yang biasanya juga merangkap sebagai dukun suku itu. Kepala suku juga memimpin upacara keagamaan dan perkawinan. Sistem kepercayaan Agama orang aborigin-Australia masih tradisional, mereka percaya terhadap adanya Roh Agung yang menciptakan alam semesta dan isinya. Mereka percaya bahwa Roh Agung terkadang memberikan petunjuk dan bimbingan melalui mimpi. Data sensus menunjukkan bahwa 72% Aborigin mempraktikkan salah satu bentuk’ ajaran Kristen meskipun tidak sama persis, sementara 16% tidak menganut agama apapun. Saat ini sedang terjadi peningkatan jumlah anggota masyarakat yang mengikuti ajaran Islam. Di antara suku Aborigin Australia, nilai-nilai religius dan tradisi lisan biasanya berdasarkan pada penghormatan terhadap pulau dan alam sekitar yang menjadi tempat tinggal mereka. Pada masa sebelumnya, kelompok yang berbeda menampilkan budaya, kepercayaan, dan bahasanya sendiri. Seni dan Lukisan Aborigin Australia Kebudayaan Australia kaya akan tradisi seni Aborigin. Seni pahat batuan dan lukisan kulit kayu menampilkan kehidupan Aborigin yang selaras dengan alam. Hubungan antara masyarakat Aborigin dan lingkungannya paling terlihat dalam penggunaan warna alami dalam lukisan yang sebagian besar terbuat dari oker ochre. Meskipun saat ini para seniman Aborigin modern masih meneruskan tradisi, tetapi mereka juga mulai mengadopsi material modern yang serbaguna. Senjata Tradisional Salah satu senjata tradisional suku Aborigin adalah Bumerang. Boomerang adalah senjata lempar khas suku Aborigin dari Australia yang digunakan untuk berburu. Sementara senjata serupa Throwing Stick tongkat lempar juga diketahui dibuat oleh kebudayaan-kebudayaan lain di seluruh dunia, kebanyakan orang mengasosiasikan bumerang dengan Australia karena konsistensi sejarah dan ragam contohnya. Gerakan bumerang adalah kombinasi translasi dan rotasi mirip baling-baling helikopter. Bumerang digunakan sebagai alat berburu oleh suku Aborigin pada masa lampau. Sejak kecil suku aborigin dilatih menggunakan bumerang. Awalnya mereka dilatih menggunakan bumerang yang terbuat dari kayu kemudian bumerang dengan logam yang ujungnya tumpul dan dilatih menggunakan logam yang ujungnya tajam. Sumber referensi
Sri Oktavia Benua Australia merupakan benua terkecil yang ada di dunia ini. Benua Australia ditemukan oleh seorang penjajah Inggris yang bernama James Cook. Benua Australia memiliki penduduk asli yaitu Suku Aborigin. Sebagian peneliti percaya bahwa penduduk Aborigin telah menempati benua Australia sejak – tahun yang lalu. Suku Aborigin memiliki ciri fisik kulit berwarna cokelat dan cenderung hitam jika terbakar sinar matahari, rambut ikal atau bergelombang, muka dan tubuh berbulu lebat, ukuran dahi sempit, rongga mata menjorok ke dalam, alis mata menonjol, rahang menonjol, mulut lebar, tulang tengkorak tebal, dan memiliki tinggi rata 152 cm.[1]Australia adalah salah satu negara yang berisi penduduk dengan latarbelakang budaya yang beranekaragam. Jauh sebelum hadirnya bangsa Inggris di Australia, suku Aborigin sudah tersebar hampir di semua wilayah bagian Australia. Ketika itu jumlah Aborigin sudah sekitar penduduk. [2] Tentang kehidupan masyarakat Australia zaman dahulu, mereka sudah memiliki keanekaragaman pula, baik itu kebudayaan yang meliputi bahasa, kehidupan sosial, seni, dan lain sebagainya. Setiap wilayah yang sudah ditempati Suku Aborigin memiliki ciri khas tersendiri. Mengenai seni, seni di Australia sudah ada sejak zaman pra sejarah. Jauh sebelum seperti sekarang ini, dahulu suku asli masyarakat Australia, Suku Aborigin telah mencetak sejarah gemilang dalam ranah kesenian. Sebelum kedatangan bangsa Barat, telah ditemui berbagai macam ritual, tarian tradisional, dan berbagai atribut kebudayaan yang menghiasi kehidupan orang-orang Aborigin. Karya seni cadas Aborigin adalah salah satu contoh bahwa Orang Aborigin telah memiliki jiwa seni sejak dulu. Dalam bidang kesenian bukan hanya sekedar seni rupa saja yang telah mereka kembangkan, namun seni musik juga turut berkembang di masyarakat Australia sejak dahulu. Musik Pribumi Australia mengacu pada musik Aborigin dan Penduduk Kepulauan Selat Torres . Musik merupakan bagian integral dari ketaatan sosial , budaya dan seremonial masyarakat Aborigin dan telah ada selama lebih dari tahun.[3] Alat musik pribumi Australia yang sangat terkenal adalah "Didgeridoo". Bentuk dari alat musik ini sederhana. Bentuk asli dari Didgeridoo menyerupai pipa panjang terbuat dari kayu dengan permukaan yang agak melengkung di mana bagian ujung tempat udara dihembuskan biasanya cenderung lebih pipih daripada ujung lainnya. Bahan kayu yang digunakan pada umumnya adalah kayu dari pohon Eucalyptus berlubang rayap yang tersebar di daerah Australia. Panjang dari alat musik ini biasanya berkisar antara 1-2 meter hingga bisa mencapai panjang 3 proses pembuatan, batang pohon dipanen. Orang Aborigin mencari pohon berayap tertentu yang berlubang. Sebelum ditebang, pohon diamati terlebih dahulu, diketuk, lalu dikupas sedikit ke belakang untuk mengetahui apakah lubang tersebut menghasilkan resonansi bunyi yang baik. Barulah proses pembuatan dengan melepas kulit luar batang pohon, lalu membentuknya menjadi Didgeridoo. Alat musik Didgeridoo dimainkan dengan cara ditiup. Pada dasarnya, alat musik ini memang hanya memiliki 1 nada dasar yang bisa dihasilkan ketika kita memainkannya. Semakin panjang alat musik ini dibuat, maka nada yang dihasilkan pun semakin rendah. Meski tampilannya yang sederhana dengan bentuk memanjang, orang Aborigin tetap memiliki teknik khusus yang berkaitan dengan teknik pernapasan untuk memainkan alat musik ini secara benar. Mereka meniup dengan bibir yang bergetar, Tekanan udara dipelihara, mereka meniup melalui mulut dan pernapasan melalui hidung dengan menggunakan pipi sebagai tempat menyimpan udara.[4] Variasi dalam suara alat musik ini dibuat dengan menggunakan pita suara si pemain. Alhasil, alat musik ini akan memberikan efek suara tinggi hingga rendah tergantung bagaimana cara si pemain menggunakan. Dalam perkembangannya, banyak nama dan sebutan lain untuk alat musik didgeridoo di antara suku Aborigin. Yidaki adalah salah satu nama yang paling umum digunakan, meskipun sebenarnya Yidaki mengacu pada jenis instrumen tertentu yang digunakan oleh masyarakat Yolngu di timur laut Arnhem Land . Lalu, ada sebutan Mandapul dan di Arnhem Land barat, dan ada istilah perannya, musik adalah bagian penting dari budaya asli masyarakat Aborigin. Masyarakat Aborigin memanfaatkan alat musik dalam berbagai hal. Tetapi, tidak semua masyarakat Aborigin yang menggunakan musik ini. Masa pendudukan Suku Aborigin, alat musik Didgeridoo biasanya digunakan sebagai pengiring nyanyian seremonial atau rekreasi, atau, lebih jarang, sebagai alat musik tunggal.[5] Dalam memanfaatkan musik, lagu yang diiringi alat musik liriknya sangat berbeda dari satu lagu ke lagu lainnya, dan dapat bervariasi tergantung tujuan yang ingin tradisional asli Australia memiliki banyak makna bagi budaya mereka. Suku Aborigin turut menggunakan musik sebagai sarana komunikasi mereka. Dalam setiap peristiwa yang terjadi, mereka memiliki catatan momen tersendiri melalui musik. Orang – orang Aborigin berpetualang ke alam dan mendengarkan berbagai macam suara yang ada di alam, tidak hanya suara tetapi juga kepakan sayap atau hentakan kaki di tanah. Suku Aborigin juga mendengarkan suara angin, guntur, pohon berderit, dan air mengalir. Hal ini sering mereka lakukan karena memang pada dasarnya kehidupan Suku Aborigin banyak dihabiskan di alam. Mereka terutama yang laki-laki saling bekerjasama dalam berburu hewan, dan membuat rumah-rumah sederhana dari ranting dan kulit pohon atau yang kerap disebut gunyah.[6]Inti dari semua suara yang mereka dapatkan di alam mereka implementasikan dalam alat musik didgeridoo. Hasilnya, ada lagu berburu, lagu pemakaman, lagu tentang mitos – mitos, lagu tentang lingkungan sekitar, hingga lagu – lagu lainnya. Tidak jarang pula, kepala suku yang memimpin kehidupan sosial dan pemerintahan, juga memimpin penggunaan musik tradisional pada masyarakat Suku Aborigin. Dalam Jurnal Aboriginal Sound Instrument oleh Alice M. Moyle yang diterbitkan oleh Australian Institute of Aboriginal and Torres Strait Islander Studies dijelaskan bahwa anak-anak suku Aborigin diajarkan tentang budaya mereka pada usia yang sangat muda melalui musik disamping seni tari.[7] Kebanyakan dari musik yang digunakan masyarakat Suku Aborigin memang selalu ditampilkan sebagai pengiring tarian – tarian. Melalui musik, masyarakat Suku Aborigin menciptakan lagu – lagu khusus yang memiliki makna sakral. Mereka percaya bahwa lagu itu memiliki informasi penting tentang sejarah diri mereka. Dari musik, Suku Aborigin bisa belajar tentang kehidupan mereka, bagaimana sejarah mereka ada, cara mereka bertahan hidup terhadap segala situasi, hingga belajar tentang moral dan nilai-nilai serta peran dan tanggung jawab melalui seni musik tradisional. Selain itu, masyarakat Aborigin memanfaatkan musik sebagai sarana dalam acara-acara khusus. Didgeridoo dimainkan sebagai sarana rekreasi dan untuk tujuan hiburan di luar upacara di Australia. Selain itu, salah satu sebab lainnya yang membuat musik menjadi bagian dari aktivitas suku Aborigin australia adalah banyaknya macam macam ritual adat yang menggunakan musik sebagai perantarannya, seperti Upacara Pukulama, The Pukumani, dan ritual The yam Kulama.[8] Dalam Upacara Kulama, musik disenandungkan selama 3 hari 3 malam. The Pukumani, disediakan sebuah forum untuk mengekspresikan jiwa seni melalui musik disamping tari, patung dan lukisan tubuh. Dan dalam ritual The Yam Kulama, musik dimanfaatkan sebagai media untuk mengungkapkan keinginan masa depan yang sehat dan sejahtera. Maka dari itu, mereka sangat menghargai musik dan lagu – lagu yang ada pada saat zaman kontemporer sekarang, Didgeridoo masih banyak di mainkan oleh Orang Aborigin asli. Didgeridoo juga telah menyebar ke seluruh dunia, yang melahirkan ribuan musisi Didgeridoo di berbagai penjuru wilayah. Alat musik ini bahkan dinobatkan sebagai alat musik Aborigin nasional di Australia sekarang. Dan kini budaya musik Australia semakin banyak digunakan dalam acara – acara seremonial. Kebudayaan seperti Tari Tiwi, Yabun festival, Tjungu festival, hingga Laura Aboriginal Dance juga memanfaatkan musik sebagai Australia adalah benua terkecil yang ada di dunia. Negara Australia ditempati oleh penduduk asli yang dikenal sebagai Suku Aborigin. Sebelum kedatangan bangsa Barat, telah ditemui berbagai macam ritual, tarian tradisional, dan berbagai atribut kebudayaan yang menghiasi kehidupan orang-orang Aborigin. Suku Aborigin telah mencetak sejarah gemilang dalam ranah kesenian. Seni musik memiliki banyak makna bagi kehidupan orang Suku Aborigin. Alat musik pertama yang muncul saat itu bernama Didgeeridoo sebuah alat musik tiup yang menyerupai pipa panjang terbuat dari kayu dengan permukaan yang agak melengkung. Musik digunakan untuk berbagai keperluan kehidupan, seperti sarana komunikasi, pengenalan budaya Aborigin, pengiring upacara sakral, sarana belajar tentang moral dan nilai-nilai kehidupan, hingga pengiring tarian – tarian tertentu. Itulah mengapa musik memegang peranan penting dalam sejarah orang Aborigin Australia. Dan hingga kini, musik masih terus menjadi bagian suku Aborigin Australia yang dimanfaatkan dalam berbagai tujuan. [1] Dadan Adi Australia Prakolonial Sebelum Kedatangan Bangsa Inggris . Jurnal Candi. Vol. 20, Maret 2020. Hal. 48 – 49 [2] Fitriani, Amalia. Penerapan Kebijakan Asimilasi Terhadap Anak-Anak Aborigin “Half Caste” di Australia 1937-1967.Skripsi di Program Studi Ilmu, Sejarah Fakultas Ilmu Budaya, Universitas [6] Shaw. The Story of Australia. Faber and Faber Limited. 50
Hello, Sobat Ilyas! Kamu pasti pernah mendengar tentang suku Aborigin di Australia, ya? Suku asli Australia ini memiliki kebudayaan yang sangat kaya dan unik, namun sayangnya, mereka juga mengalami banyak perjuangan dalam menjaga eksistensinya di tengah masyarakat modern Australia. Yuk, mari kita pelajari lebih dalam tentang suku Aborigin! Asal Usul Suku Aborigin Suku Aborigin diyakini telah tinggal di Australia selama lebih dari tahun. Mereka adalah suku asli Australia dan memiliki bahasa, budaya, dan tradisi yang berbeda-beda di setiap wilayahnya. Suku Aborigin hidup dalam kehidupan yang sangat dekat dengan alam, dan mereka memiliki sistem pengetahuan dan kepercayaan yang sangat kuat terhadap lingkungan sekitar. Kebudayaan dan Adat Istiadat Suku Aborigin Suku Aborigin memiliki kebudayaan yang sangat kaya dan unik. Mereka memiliki kepercayaan dan nilai-nilai yang sangat kuat terhadap alam dan lingkungan sekitar. Mereka juga memiliki sistem seni dan keterampilan yang sangat indah, seperti lukisan batu, patung, kain tenun, dan lain sebagainya. Salah satu adat istiadat yang terkenal dari suku Aborigin adalah seni tarian dan musik. Mereka menggunakan alat musik tradisional seperti didgeridoo, clapsticks, dan bilma untuk mengiringi tarian mereka. Tarian dan musik suku Aborigin biasanya digunakan untuk merayakan kejadian penting seperti pernikahan, kelahiran, dan kematian. Perjuangan Suku Aborigin Sayangnya, seiring dengan perkembangan masyarakat modern di Australia, suku Aborigin mengalami banyak perjuangan dalam menjaga eksistensinya. Mereka mengalami diskriminasi, penindasan, dan kekerasan, serta kehilangan hak-hak mereka atas tanah dan kebudayaan. Namun, suku Aborigin terus memperjuangkan hak-hak mereka. Mereka berjuang untuk mendapatkan pengakuan atas kebudayaan dan hak-hak tanah mereka, serta mendapatkan hak yang sama dengan masyarakat modern Australia. Beberapa langkah yang telah diambil adalah pembentukan lembaga-lembaga pemerintahan Aborigin dan penunjukan wilayah-wilayah Aborigin sebagai wilayah yang dilindungi. Keberadaan Suku Aborigin di Australia saat ini Saat ini, suku Aborigin masih ada di seluruh wilayah Australia. Mereka hidup dalam berbagai bentuk kehidupan, dari yang masih tinggal di daerah pedalaman dan menjalankan tradisi mereka dengan sangat kuat, hingga yang telah beralih ke kehidupan modern di kota-kota besar. Beberapa suku Aborigin juga telah memperoleh kesempatan untuk menjadi bagian dari masyarakat modern Australia, seperti mendapatkan pendidikan dan bekerja di berbagai bidang. Namun, mereka tetap mempertahankan kebudayaan dan pengetahuan mereka, serta terus berjuang untuk mendapatkan pengakuan dan hak yang sama dengan masyarakat Australia lainnya. Kesimpulan Suku Aborigin adalah suku asli Australia yang memiliki kebudayaan dan tradisi yang sangat kaya dan unik. Namun, mereka juga mengalami banyak perjuangan dalam menjaga eksistensinya di tengah masyarakat modern Australia. Meskipun demikian, suku Aborigin terus berjuang untuk mendapatkan pengakuan dan hak yang sama dengan masyarakat Australia lainnya, sambil mempertahankan kebudayaan dan pengetahuan mereka. Semoga artikel ini dapat memberikan wawasan yang lebih dalam tentang suku Aborigin di Australia. Sampai jumpa lagi di artikel menarik lainnya!
Jelajahi situs seni karya cadas kuno, ikut serta dalam lokakarya artistik kontemporer, dan dapatkan juga wawasan budaya mendalam. Wilayah Utara Davidson’s Arnhemland Safaris, Mt Borradaile, Northern Territory © Tourism Australia Davidson’s Arnhemland SafarisDavidson’s Arnhemland Safaris berada di Mount Borradaile penerbangan 50 menit ke arah timur dari Darwin. Pondok ramah lingkungan yang ikonik ini, dan rangkaian kegiatan yang menyertainya, didukung bersama penduduk asli daerah tersebut, yang leluhurnya sudah menempati daerah tersebut sejak tahun lalu. Tur disesuaikan khusus untuk memanfaatkan kemegahan dan ketenangan yang luar biasa dari area Arnhem Land ini, terutama berbagai fitur airnya, seperti kolam billabong di bawah Mount Borradaile dan lahan basah di dekatnya, yang menjadi hidup dengan adanya buaya dan burung air berkaki panjang. Masa menginap Anda mencakup semua makanan, tur, dan kegiatan, serta biaya izin tanah ini tidak dapat diakses secara publik, sehingga semua pengunjung harus memiliki izin. Penginapan ini menyajikan santapan mewah di tempat berkumpul nan santai yang kelilingi oleh kolam yang tenang. Kakadu Cultural Tours, Kakadu National Park, Northern Territory © James Fisher, Tourism Australia Kakadu Cultural ToursKakadu Cultural Tours mengkhususkan diri untuk wilayah Ubirr yang lebih luas, termasuk salah satu lokasi yang paling sakral dan menakjubkan di Kakadu National Park, Ubirr itu sendiri. Di perusahaan dengan pemandu Aborigin yang dominan, para tamu dapat mengikuti pesiar budaya di sepanjang Alligator River; memulai tur budaya dan warisan 4WD satu hari di Arnhem Land dan Northern Kakadu; atau menginap dua atau tiga hari di Hawk Dreaming Wilderness Lodge, dipasangkan dengan makanan dan dua pesiar yang sarat atmosfer melewati bentang alam yang diyakini telah 'dinyanyikan' oleh ular pelangi selama masa "the Dreamtime" Perusahaan ini menawarkan kepada para tamu kemampuan untuk melakukan perjalanan di luar 'galeri' utama konglomerasi yang luas dari karya seni cadas luar ruangan ke danau billabong dengan akses terbatas, situs karya seni rahasia, dan dataran banjir yang semarak. Warradjan Aboriginal Cultural Centre, Kakadu, Northern Territory © Kakadu Tourism Warradjan Aboriginal Cultural Centre, bagian dari Kakadu TourismBersantailah di Kakadu National Park yang terdaftar sebagai Warisan Dunia, dengan Kakadu Tourism yang pemiliknya adalah warga pribumi. Semua orang dapat bersenang-senang di sini, dengan adanya berbagai macam opsi akomodasi dan wisata tur, termasuk pesiar Yellow Water dan kunjungan ke Warradjan Culture Centre. Di Warradjan Cultural Centre, temukan berbagai cara yang menyatakan bahwa tanah berarti kehidupan bagi pemilik tradisional tanah Kakadu dari suku Aborigin, dalam pameran sangat menarik yang menjelaskan tentang budaya mereka. Pameran 'Our Land is Our Life' menerangkan tentang teknik berburu yang digunakan dalam berbagai musim, riwayat terbaru taman, garis keturunan dan hak nikah, kisah Tetua suku, dan efek pemukiman kulit putih di Top End. Galeri 'Come Look and Feel Our Culture' membantu Anda memahami pemilik tanah tradisional dari suku Aborigin Bininj dan daerah mereka. Setelah menjelajahi berbagai faset Budaya Bininj, telusuri galeri seni dan kerajinan mereka yang dipajang dan dijual. Karrke Aboriginal Cultural Tours, Watarrka, Northern Territory © Tourism Australia Karrke Aboriginal Cultural ToursKings Canyon nan menawan, yang berada di Red Centre di Australia, menjadi latar belakang yang sangat elok untuk Aboriginal Cultural Tour berdurasi satu jam, bersama Karrke. Pelajari tentang lukisan titik, peralatan, senjata, makanan ala hutan semak, dan tanaman obat yang digunakan oleh orang-orang gurun Central Australia selama pengalaman langsung ini; kenali makanan asli seperti tomat semak, temukan pentingnya lukisan titik, dan lihat bagaimana kayu mulga dibentuk menjadi alat-alat seperti tombak, alat berburu, dan bumerang. Tersedia juga kesempatan untuk mengajukan sebanyak mungkin pertanyaan tentang bahasa dan budaya Luritja dan Pertame Southern Arrernte, dan bagaimana orang-orang bertahan dalam bentang alam yang terkadang ekstrem tetapi seringnya subur ini selama puluhan ribu tahun. Lords Kakadu dan Arnhemland Safaris, Arnhem Land, Northern Territory © Shaana McNaught Lords Kakadu dan Arnhemland SafarisBerenang di kolam yang jernih ditemani air terjun, berjalan melalui galeri karya seni cadas kuno, dan temukan kisah budaya Aborigin Top End di Northern Territory, bersama salah satu pemandu terkemuka dan paling berpengalaman di negara bagian ini. Di antara banyak lokasi lainnya, Lords Kakadu dan Arnhemland Safaris menjelajahi Arnhem Land, yaitu objek wisata utama di Kakadu yang mencakup Ngarai Koolpin yang kurang dikenal dan tempat peristirahatan yang memanjakan seperti Bamurru Plains, penginapan ramah lingkungan Davidson’s Arnhemland Safaris, dan Cicada Lodge yang 100 persennya dimiliki dan dioperasikan oleh orang Aborigin di Nitmiluk National Park. Lords juga menggabungkan akomodasi sendiri ke dalam perjalanan dengan perkemahan semak’ eksklusif untuk 12 tamu yang berada di Kakadu. Akomodasi tersebut dilengkapi ranjang yang nyaman dan perapian untuk hidangan malam dan berbagi kisah. Maruku Arts, Uluru-Kata Tjuta National Park, Northern Territory © Tourism Australia Maruku ArtsHimpunan karya seni di Uluru, Maruku Arts, mengoperasikan ruang-ruang galeri dan lokakarya melukis luar ruangan di salah satu bentang alam paling ikonis di Australia. Berpartisipasi dalam lokakarya melukis titik atau membuat punu punu adalah praktik mengukir kayu, melibatkan dekorasi dengan garis-garis yang dibuat melalui teknik pembakaran, selama proses tersebut Anda akan mengenal serangkaian alat pembuat karya seni, mempelajari beberapa kata dalam bahasa Aborigin yang diucapkan seniman tersebut, dan diundang untuk menyampaikan kisah pribadi yang penting dalam karya seni Anda sendiri. Kelas dikelola oleh seniman Aborigin yang mapan, berpengetahuan luas, dan ramah, dengan bantuan penerjemah. Atau, lihatlah berbagai karya seni dan patung kayu organisasi yang mengesankan di Maruku Arts Gallery yang berlokasi di dekatnya. Organisasi ini juga menampilkan 'inma' - yang berarti tarian dan lagu upacara. Nitmiluk Tours, Nitmiluk National Park, Northern Territory © Tourism Australia Nitmiluk ToursTiga jam berkendara ke tenggara Darwin terdapat rangkaian 13 ngarai yang menjulang dan Katherine River mengalir di antaranya. Ini adalah Nitmiluk National Park rumah bagi orang-orang Jawoyn dan berbagai keindahan asli. Nitmiluk Tours, perusahaan yang 100% dimiliki orang-orang Aborigin, memungkinkan Anda menikmati sepenuhnya kawasan dan budaya Jawoyn melalui pesiar, jelajah alam, tur gua, berenang, perjalanan dengan kano, dan penerbangan wisata helikopter - belum lagi penawaran akomodasinya, yang mencakup segalanya mulai dari bumi perkemahan dan pondok, hingga Cicada yang mewah. Pastikan untuk berjalan kaki menuju titik pengamatan ngarai pertama untuk menikmati matahari terbenam atau matahari terbit - atau, jika Anda lebih dekat ke Katherine, bergabunglah dengan salah satu tur jalan kaki berpemandu Nitmiluk Tours yang melintasi Cutta Cutta Caves nan memesona. SeaLink NT, Tiwi Islands, Northern Territory © Shaana McNaught SeaLink NT, Tiwi IslandsJelajahi Tiwi Islands beriklim tropis yang luar bisa dalam tur wisata Tiwi Island bersama SeaLink NT. Berada di dekat Darwin di Northern Territory, kepulauan ini adalah rumah bagi suku Aborigin dengan pengaruh Polinesia yang unik. Karya seni tradisional mereka diminati dunia internasional karena gayanya yang khas. Temui para seniman, rasakan sambutan dari negara ini dengan upacara merokok kuno, buat kain yang dicetak di layar sendiri, kunjungi museum dan gereja yang berbeda, dan nikmati gaya hidup yang sangat santai selama kunjungan Anda; Anda juga berkesempatan membeli karya seni di lokasi tersebut. SEIT Outback Australia, Uluru-Kata Tjuta National Park, Northern Territory © Archie Sartracom, Tourism Australia SEIT Outback AustraliaPenduduk asli Uluru, Anangu Aborigin, menganggap area tersebut sebagai rumah selama lebih dari tahun. SEIT – yang merupakan kependekan dari Spirit, Emotion, Intellect, dan Task - berfokus pada menceritakan warisan ini kepada pengunjung melalui tur kelompok kecil dan pengalaman yang unik. Secara khusus, tur satu hari Hill Cave SEIT, yang dipimpin pemandu Aborigin, fokus pada sorotan pada Songlines kisah penciptaan menurut para leluhur, serta lukisan gua yang mengilustrasikan kisah tersebut. Tur Patji yang sama menariknya, akan membawa Anda melewati batas taman utama ke daerah asal keluarga tradisional Uluru. Sambil menikmati minum teh sore hari, duduklah bersama orang-orang Aborigin untuk mendengar kisah perjuangan epik mereka untuk memperoleh hak-hak kepemilikan tanah di Central Australia, ditambah kisah intim lainnya tentang kehidupan Aborigin di wilayah tersebut. Top Didj Cultural Experience & Art Gallery, Katherine, Northern Territory © James Fisher, Tourism Australia Top Didj Cultural Experience & Art GallerySaksikan karya seni dalam jumlah besar, didgeridoo, artefak, hadiah, dan buku di galeri seni Top Didj, sebelum bergabung dengan wisata budaya yang dipimpin seniman Aborigin di pagi atau sore hari. Berlokasi di kota Katherine, tiga jam berkendara ke selatan dari Darwin, organisasi ini menjalankan wisata budaya Top Didj yang populer, yakni sesi dua setengah jam yang dipimpin seniman Aborigin karismatik, Manuel Pamkal. Perkaya pemahaman praktis Anda tentang adat istiadat setempat, praktik berburu, dan pembuatan karya seni selama pagi atau sore hari yang menarik ini - dan pulang ke rumah setelah melukis karya seni Anda sendiri. Atau, jelajahi rangkaian karya Jawoyn dan Dagoman yang luar biasa, serta yang berasal dari Arnhem Land, Kimberley, dan the Central Western Desert. Venture North Safaris, Arnhem Land, Northern Territory © James Fisher, Tourism Australia Venture North SafarisAtur perjalanan privat atau ikuti safari berdurasi 4 atau 5 hari dengan kendaraan 4WD mewah Venture North menawarkan safari 4WD mewah yang memenangkan banyak penghargaan, yang menuju ke Arnhem Land, Kakadu, dan Garig Gunak Barlu National Park dari Darwin. Kunjungi komunitas Aborigin pecandu seni Gunbalanya. Anda akan memulai tur karya seni cadas dengan pemandu Aborigin, melintasi daerah berbatu dan lahan basah Kakadu, lalu bermalam di perkemahan bungalow semak eksklusif Venture North, yang menghadirkan pemandangan ke perairan Cobourg Marine Park yang jernih, ditambah kamar-kamar pedesaan yang nyaman yang tersebar di hamparan dedaunan asli. Voyages Indigenous Tourism Australia, Ayers Rock Resort, Uluru-Kata Tjuta National Park, Northern Territory © Tourism Australia Voyages Indigenous Tourism Australia – Ayers Rock ResortDi bukit pasir di samping Uluṟu, terdapat Ayers Rock Resort, gabungan akomodasi dan wisata budaya yang terdiri dari lima pengalaman menginap yang berbeda dan lebih dari 65 tur. Resor ini menawarkan penginapan yang sunyi, dari sana Anda dapat menjelajahi Uluṟu-Kata Tjuṯa National Park yang menakjubkan dan menyaksikan monolitnya yang terkenal keduanya setinggi 860 meter Uluru dan kubah bertingkat Kata Tjuta, serta untuk menghubungkan Anda lebih erat dengan budaya Aborigin yang kaya dan bentang alam Red Centre. Naiki unta menuju matahari terbenam; telusuri tanaman hijau nan subur di kaki Uluru – sambil melihat karya seni cadas yang mengilustrasikan kisah terbentuknya tempat tersebut seiring Anda menyusurinya; atau nikmati makan malam Sounds of Silence di bawah kanopi bintang, wisata malam hari ditemani makanan, budaya dan astronomi, yang diadakan di tengah bukit pasir dan lingkungan sekitarnya yang sunyi. Queensland Janbal Gallery, Mossman, Queensland © Tourism Australia Janbal GalleryJanbal milik suku Aborigin di wilayah Cairns adalah galeri pertama dan terkemuka, tetapi tempat ini lebih dari sekadar hanya memberikan peluang untuk menatap lukisan di dinding. Para tamu didorong untuk mengajukan pertanyaan tentang para seniman - pemilik Brian Binna’ Swindley, yang juga seorang seniman ternama, bersemangat untuk berbagi kisahnya dan menyoroti betapa pentingnya seni untuk mempertahankan budaya lokal. Anda juga akan diajak ikut serta dalam lokakarya kreatif Binna. Pesan kelas seni dan Anda tidak hanya akan belajar tentang teknik titik yang digunakan di bagian Queensland ini, tetapi Anda juga akan membuat lukisan Anda sendiri untuk dibawa pulang. Galeri ini juga menampilkan artefak Aborigin yang penting, termasuk didgeridoo dan perhiasan buatan tangan oleh pengrajin dari seluruh Far North Queensland. Voyages Indigenous Tourism Australia, Mossman Gorge Centre, Queensland © James Fisher, Tourism Australia Voyages Indigenous Tourism Australia – Mossman Gorge CentreMossman Gorge Centre milik suku Aborigin dapat dicapai dengan 20 menit berkendara ke utara Port Douglas di Daintree Rainforest yang terdaftar sebagai Warisan Dunia. Di sana suku Kuku Yalanji telah hidup selama beberapa abad. Wisata juga merupakan titik awal untuk wisata khas pemenang banyak penghargaan mereka, yaitu Ngadiku Indigenous Guided Dreamtime Walks. Ngadiku berarti 'kisah dan legenda dari masa lampau' dalam bahasa lokal Kuku Yalanji, dan itulah yang dapat Anda harapkan dari penjelajahan hutan hujan yang mengesankan ini. Pelajari tentang makanan ala hutan semak dan obat-obatan hutan semak, pelajari keahlian seperti cara membuat 'sabun hutan semak', dan nikmati upacara merokok tradisional. Wisata bersama pemandu ini diakhiri dengan menyisip teh seduhan hutan semak dan menikmati roti semak. South Australia Wilpena Pound Resort, Flinders Ranges, South Australia © Archie Sartracom, Tourism Australia Wilpena Pound ResortJika Anda ingin mengunjungi salah satu bentang alam tertua di bumi, tempat yang terbaik untuk memulai adalah di Wilpena Pound Resort di South Australia, di bagian Flinders Ranges yang dramatis. Tempat ini satu-satunya akomodasi dalam lingkup Ikara-Flinders Ranges National Park. Pemilik dan operatornya adalah pemilik tradisional dari suku Adnyamathanha. Di sini terdapat berbagai tur budaya Aborigin berpemandu yang mencakup tur 4WD untuk mengunjungi lokasi fosil berusia 550 juta tahun dan pahatan cadas kuno, tur jalan kaki menuju Old Wilpena Station, dan penerbangan berpemandangan indah melintasi Wilpena Pound yang luar biasa, yaitu amfiteater alami berusia 800 juta tahun. Dengan lokasi 430 kilometer 267 mil di utara Adelaide, Resort ini menyediakan berbagai opsi akomodasi, dari kamar motel dan tenda kemah 'glamping' bergaya safari, serta lahan kemah semak dengan aliran listrik maupun tanpa aliran listrik. Western Australia Dale Tilbrook Experiences, Swan Valley, Western Australia © Tourism Australia Dale Tilbrook ExperiencesDengan Dale Tilbrook, seorang wanita Wardandi Bibbulmun, selami dan kagumi dunia makanan, obat-obatan, budaya, dan seni Aborigin dengan penekanan pada makanan ala hutan semak sebagai makanan dan obat-obatan. Dalam dua wisata makanan hutan semak khas Dale, nikmati pencicipan berbagai macam makanan ala hutan semak seperti quandong, plum Kakadu, finger lime setempat, buah muntry, salty grape, bayam setempat, saltbush, serta herba dan rempah-rempah yang lain. Herba semak ditambahkan ke daging kanguru dan emu untuk memberikan tambahan cita rasa. Dalam wisata Aboriginal Art and Dreamtime Stories’, riwayat seni dan lukisan titik Aborigin akan dijelaskan, dan peserta dapat membuat karya mereka sendiri untuk dibawa pulang. Keahlian Dale dalam menuturkan cerita sangat bermanfaat ketika dia menerangkan tentang Local History and Culture’. Semua ini akan dialami di tiga tempat di pinggir kota Perth, termasuk kilang anggur Mandoon Estate yang menakjubkan di Swan Valley. Dale juga bisa datang ke tempat Anda di Perth. New South Wales Australian Museum, First Australians Gallery, Sydney, New South Wales © Archie Sartracom, Tourism Australia Museum Australia – Tur PribumiPelajari tentang kepercayaan dan gaya hidup budaya hidup paling tua di dunia, di museum tertua di negara ini, dengan tur bersama pemandu yang dikhususkan ke galeri-galeri orang Australia Pertama di Australian Museum di jantung kota Sydney. Dalam salah satu koleksi terbaik artefak Aborigin dan Torres Strait Islander, museum ini menampung lebih dari senjata, ornamen tubuh, peralatan, lukisan kulit kayu, dan mainan Penduduk Asli Australia, serta karya seni kontemporer dan patung dari seluruh negeri. Koleksi unggulannya termasuk batu asah yang berusia lebih dari tahun, lukisan kulit kayu kuno, lukisan titik modern dan telur emu berukir, serta topeng buaya yang terbuat dari cangkang kura-kura, hiasan kepala berbulu, dan ornamen cangkang kerang mutiara yang masih dipakai untuk ritual dan tarian upacara di Torres Strait Islands. Terdapat juga keranjang anyaman yang rumit, karya seni yang terbuat dari jaring ghost fishing, perhiasan kerang yang sangat indah, drum, kano, dan alat penduduk asli untuk berburu dan memancing. The Royal Botanic Garden Sydney, Aboriginal Heritage Tour, Sydney, New South Wales © Archie Sartracom, Tourism Australia The Royal Botanic Garden Sydney – Aboriginal Heritage Tour Aboriginal Heritage Tour berdurasi 90 menit ini melintasi Royal Botanic Garden di Sydney berada tepat di belakang Sydney Opera House. Tur ini menjelajahi warisan Aborigin yang kaya di kebun raya ini dengan mengenal berbagai manfaat tanaman yang tumbuh di sini. Cari dan cicipi makanan ala hutan semak Australia seiring Anda berjalan sambil bercengkrama, lalu identifikasi tanaman yang digunakan untuk obat-obatan dan tempat berteduh. Kumpulkan buah-buahan musiman, beri, dan biji-bijian dalam wadah coolamon tradisional piring datar yang terbuat dari kulit kayu, pelajari metode memasak tradisional dan cara memadukan makanan ala hutan semak ke dalam makanan Anda sendiri di rumah, lalu coba beberapa resep yang terinspirasi oleh makanan ala hutan semak. Royal Botanic Garden juga mengadakan kelas seni Aborigin yang memungkinkan Anda mengetahui cara menggunakan tanaman dan elemen lain kebun raya tersebut - kayu, oker, rumput, dan kulit kayu, serta cat dan kuas alami - untuk membuat suvenir terbaik, karya seni yang unik untuk Anda bawa pulang. Victoria Bunjilaka Aboriginal Cultural Centre, Melbourne Museum, Melbourne, Victoria © Archie Sartracom, Tourism Australia Bunjilaka Aboriginal Cultural Centre – Melbourne MuseumBunjilaka Aboriginal Cultural Centre memiliki salah satu koleksi budaya Aborigin yang paling penting di dunia. Memiliki arti 'rumah Bunjil' rajawali ekor baji leluhur, roh pencipta, museum ini didesain dengan bekerja sama dengan orang-orang Aborigin termasuk penduduk asli Melbourne, Boon wurrung dan Woi wurrung. Bagian dari Melbourne Museum di Melbourne, museum ini menawarkan pengalaman budaya Aborigin yang intensif, interaktif, dan menginspirasi, menampilkan karya seni, penuturan cerita, dengan multimedia yang canggih Discover more Aboriginal experiences
tarian tradisional suku aborigin adalah