penyebab beberapa jenis hewan dilindungi oleh pemerintah adalah
Karenaalasan-alasan di atas, setidaknya saat ini ada 10 satwa langka di Indonesia yang dilindungi oleh pemerintah. Di antaranya adalah harimau Sumatra, badak Jawa, burung elang Jawa, burung Cenderawasih, orang utan, musang congok, komodo, burung hantu, burung maleo, dan burung merak.
Jawabanyang benar adalah: D. Jumlah yang langka. Dilansir dari Ensiklopedia, salah satu penyebab beberapa jenis hewan dilindungi oleh pemerintah karena .. * Jumlah yang langka. Baca Juga Pada Neraca Saldo Per 31 Desember 2018 Akun Perlengkapan (D) Rp 7.000.000,00.
3 Gajah Sumatra. Sumber: Twitter - AgsalRj. Kamu mungkin sudah sering mendengar kalau gajah sumatra disebut sebagai hewan langka di Indonesia yang dilindungi keberadaannya. Salah satu alasannya ialah karena gajah sumatra merupakan subspesies dengan ukuran terkecil dari gajah asia pada umumnya.
Dilansirdari Ensiklopedia, salah satu penyebab beberapa jenis hewan dilindungi oleh pemerintah karena jumlahnya yang langka. Baca Juga pada awal berdirinya Budi Utomo hanya bergerak di bidang? Leave a Comment Cancel reply
Dilansirdari Ensiklopedia, salah satu penyebab beberapa jenis hewan dilindungi oleh pemerintah karena .. * Jumlah yang langka. Pembahasan dan Penjelasan. Menurut saya jawaban A. Harganya mahal adalah jawaban yang kurang tepat, karena sudah terlihat jelas antara pertanyaan dan jawaban tidak nyambung sama sekali.
Comment S Inscrire Sur Twoo Site De Rencontre.
10 Hewan Fauna Langka Yang Dilindungi Di Indonesia Dan Terancam Punah - Ada banyak jenis Hewan satwa / Binatang langka yang dilindungi di indonesia terdiri dari 294 jenis satwa dimana hewan binatang langka ini terdiri dari berbagai jenis hewan mamalia, reptil, amfibi dan sebagainya. Jenis hewan yang dilindungi di indonesia di tetapkan oleh pemerintah berdasarkan Populasi hewan fauna tersebut mengalami penurunan jumlah komunitasnya. Namun tipstriksib akan merangkumnya menjadi 10 Hewan Fauna langka yang dilindungi di indonesia dan terancam punah, karena banyak dari masyarakat yang belum sadar akan keberadaan mereka yang menjadi hewan satwa yang hampir punah. Berikut adalah 10 Hewan Fauna langka yang dilindungi di indonesia dan terancam punah 1. Gajah Sumatera Gajah Sumatra adalah subspesies dari gajah Asia yang hanya berhabitat di pulau Sumatra. Gajah Sumatra berpostur lebih kecil daripada subspesies gajah India. Populasinya semakin menurun dan menjadi spesies yang sangat terancam. Sekitar 2000 – 2700 ekor gajah Sumatra yang tersisa di alam liar berdasarkan survei tahun 2000. Sebanyak 65% populasi gajah Sumatra lenyap akibat dibunuh manusia dan 30% kemungkinan diracuni manusia. Sekitar 83% habitat gajah Sumatra telah menjadi wilayah perkebunan akibat perambahan yang agresif untuk perkebunan. 2. Komodo Komodo, atau yang selengkapnya disebut biawak komodo Varanus komodoensis, adalah spesies kadal terbesar di dunia yang hidup di pulau Komodo, Rinca, Flores, Gili Motang, dan Gili Dasami di Nusa Tenggara. Biawak ini oleh penduduk asli pulau Komodo juga disebut dengan nama setempat anggota famili biawak Varanidae, dan klad Toxicofera, komodo merupakan kadal terbesar di dunia, dengan rata-rata panjang 2-3 m. Ukurannya yang besar ini berhubungan dengan gejala gigantisme pulau, yakni kecenderungan meraksasanya tubuh hewan-hewan tertentu yang hidup di pulau kecil terkait dengan tidak adanya mamalia karnivora di pulau tempat hidup komodo, dan laju metabolisme komodo yang kecil.[4][5] Karena besar tubuhnya, kadal ini menduduki posisi predator puncak yang mendominasi ekosistem tempatnya ditemukan oleh peneliti barat tahun 1910. Tubuhnya yang besar dan reputasinya yang mengerikan membuat mereka populer di kebun binatang. Habitat komodo di alam bebas telah menyusut akibat aktivitas manusia dan karenanya IUCN memasukkan komodo sebagai spesies yang rentan terhadap kepunahan. Biawak besar ini kini dilindungi di bawah peraturan pemerintah Indonesia dan sebuah taman nasional, yaitu Taman Nasional Komodo, didirikan untuk melindungi mereka. 3. Burung Cendrawasih Burung-burung cendrawasih merupakan anggota famili Paradisaeidae dari ordo Passeriformes. Mereka ditemukan di Indonesia timur, pulau-pulau selat Torres, Papua Nugini, dan Australia timur. Burung anggota keluarga ini dikenal karena bulu burung jantan pada banyak jenisnya, terutama bulu yang sangat memanjang dan rumit yang tumbuh dari paruh, sayap atau kepalanya. Ukuran burung cendrawasih mulai dari Cendrawasih Raja pada 50 gram dan 15 cm hingga Cendrawasih Paruh-sabit Hitam pada 110 cm dan Cendrawasih Manukod Jambul-bergulung pada 430 gram. Burung cendrawasih yang paling terkenal adalah anggota genus Paradisaea, termasuk spesies tipenya, cendrawasih kuning besar, Paradisaea apoda. Jenis ini dideskripsikan dari spesimen yang dibawa ke Eropa dari ekpedisi dagang. Spesimen ini disiapkan oleh pedagang pribumi dengan membuang sayap dan kakinya agar dapat dijadikan hiasan. Hal ini tidak diketahui oleh para penjelajah dan menimbulkan kepercayaan bahwa burung ini tidak pernah mendarat namun tetap berada di udara karena bulu-bulunya. Inilah asal mula nama bird of paradise burung surga’ oleh orang Inggris dan nama jenis apoda – yang berarti tak berkaki’. Banyak jenis mempunyai ritual kawin yang rumit, dengan sistem kawin jenis-jenis Paradisaea adalah burung-burung jantan berkumpul untuk bersaing memperlihatkan keelokannya pada burung betina agar dapat kawin. Sementara jenis lain seperti jenis-jenis Cicinnurus dan Parotia memiliki tari perkawinan yang beraturan. Burung jantan pada jenis yang dimorfik seksual bersifat poligami. Banyak burung hibrida yang dideskripsikan sebagai jenis baru, dan beberapa spesies diragukan kevalidannya. Jumlah telurnya agak kurang pasti. Pada jenis besar, mungkin hampir selalu satu telur. Jenis kecil dapat menghasilkan sebanyak 2-3 telurMackay 1990.+ 4. Harimau Harimau Bali Panthera tigris balica adalah subspesies harimau yang sudah punah yang dapat ditemui di pulau Bali, Indonesia. Harimau ini adalah salah satu dari tiga sub-spesies harimau di Indonesia bersama dengan harimau Jawa juga telah punah dan harimau Sumatera spesies terancam Harimau ini adalah harimau terkecil dari tiga sub-spesies; harimau terakhir ditembak pada tahun 1925, dan sub-species ini dinyatakan punah pada tanggal 27 September 1937. Karena besar pulau yang kecil, hutan yang terbatas, populasi yang tidak pernah lebih besar dan dianggap tidak ada yang selamat hari ini punah karena kehilangan habitat dan diburu. Sekarang ini total populasi harimau sumatera tidak lebih dari 300 ekor. Karena itu menurut WWF jenis harimau ini merupakan salah satu dari 6 sub spesies harimau yang masih bertahan hidup sampai sekarang ini. Selain itu juga tergolong dalam kategori fauna kritis atau hewan langka yang terancam punah critically endangered. Ciri khas dari harimau sumatera ialah memiliki warna kulit yang paling gelap dibandingkan semua jenis Harimau yaitu warna kuning kemerah-merahan dan orange tua. Ciri khas lainnya adalah tubuh harimau ini ukurannya cenderung lebih kecil dibandingkan subspesies Harimau yang masih hidup sekarang ini. Bertambah sempitnya luas tempat tinggal karena pembukaan lahan menyebabkan harimau sumatera sulit untuk bertahan hidup sehingga perlu dijaga dan dilestarikan agar tidak punah. 5. Badak Sumatera Badak Sumatra Dicerorhinus sumatrensis adalah satu-satunya badak bercula dua tinggal di Asia. Mereka saat ini terdaftar dalam golongan hampir punah oleh International Union for Conservation of Nature IUCN dan merupakan salah satu mamalia yang paling langka ditemukan di alam liar. Mereka telah diburu sampai mendekati kepunahan, terutama untuk tanduk yang diyakini memiliki sifat obat dan juga digunakan untuk diukir. Ada juga masalah dengan habitat alami mereka ditebang untuk membuat jalan bagi industri dan pertanian. Badak Sumatera ditemukan di hutan hujan tropis di daerah-daerah terisolir di Indonesia. Mereka paling aktif di malam hari, makan di pagi dan sore hari, dan menghabiskan sebagian besar hari dan beristirahat di kolam lumpur. Mereka telah tercatat bermigrasi, menghabiskan lebih sejuk bulan di lembah-lembah dataran rendah dan menghabiskan bagian panas tahun di daerah pegunungan. Setiap badak akan memiliki rumah daerah, sering tumpang tindih, yang berisi jilatan, yang tampaknya menjadi penting untuk kelangsungan hidup mereka. Mereka sangat teritorial, dan anggota dari kedua jenis kelamin mengikis tanah dan menggunakan air seni dan kotorannya untuk menandai wilayah mereka. Diperkirakan bahwa ada kurang dari 300 saat ini tinggal di alam bebas. Sayangnya, mereka adalah makhluk kebiasaan dan sering kembali ke tempat yang sama, dan para pemburu mudah mengambil keuntungan dari hal ini. Badak Sumatra adalah khas dalam bahwa mereka ditutupi rambut, tidak seperti anggota lain spesies. Rambut mereka panjang, berbulu, dan berwarna coklat kemerahan dengan bersembunyi di bawahnya menjadi kelabu seperti warna dan berlapis baja. Kedua jenis kelamin memiliki dua tanduk yang tumbuh keluar dari hidung mereka, dan tanduk depan terasa lebih besar daripada bagian belakang klakson. Jantan tanduk agak lebih besar daripada betina’. Mereka dapat mencapai ketinggian orang dewasa penuh sekitar 8-10 kaki 2-3 meter dengan tinggi bahu sekitar 4 kaki 135 cm. Mereka memiliki ekor relatif panjang, berukuran sekitar 20 inci 50 cm. Sangat kekar binatang, mereka dapat mencapai bobot dewasa sekitar 1000 kg 2200 pounds. 6. OrangUtan Kedua jenis orangutan yaitu orangutan Sumatera dan Kalimantan di mana keduanya termasuk spesies yang terancam punah. Orangutan Sumatera adalah jenis yang paling terancam dibandingkan orangutan Kalimantan. Berdasarkan laporan dari IUCN pada 75 tahun belakangan ini populasi orangutan Sumatera Mengalami penurunan yang signifikan yaitu sebesar 80%. Juga terdapat fakta bahwa selama tahun 1998-1999 laju kepunahan tercatat mencapai angka 1000 orangutan per tahun. Sedangkan pada tahun 2004 para peneliti memprediksi bahwa jumlah populasi orangutan di pulau Kalimantan yang berada pada wilayah negara Indonesia dan Malaysia berjumlah kurang lebih ekor. Orangutan Sumatera memiliki kantung pipi yang panjang pada orangtua jantan. Hal ini yang membedakan antara spesies ini dengan orangutan yang hidup di pulau kalimantan 7. Kangguru Ternyata binatang kanguru tidak hanya dimiliki oleh benua Australia saja. Di Indonesia juga terdapat salah satu jenis kanguru yaitu Kanguru pohon wondiwoi merupakan salah satu jenis hewan langka yang hidup di Pulau Papua. Menurut spesimen yang ditemukan oleh Ernest Meyer, hewan yang mempunyai nama ilmiah Dendrolagus mayri tersebut diprediksi memiliki bobot kurang lebih 9,25 kg. Ciri-ciri lainnya ialah bulunya berwarna hitam dengan beberapa bagian yang berwarna kekuningan. Pada bagian pantat dan tungkai warnanya kemerahan dengan ekor berwarna putih. Jumlah populasi kanguru pohon wondiwoi memang tidak pernah diketahui secara akurat. Akan tetapi berdasarkan daftar merah yang dikeluarkan IUCN, diprediksi total populasi kangguru jenis ini kurang lebih berjumlah 50 ekor saja. Hal tersebut yang menjadikan pihak International conservation Nature and Natural Resources mengelompokkan kanguru wondiwoi atau wondiwoi kangaro sebagai critically endangered species. 8. Anoa Anoa ialah hewan khas Pulau Sulawesi yang bisa dijumpai, khususnya di provinsi Sulawesi Tenggara. Binatang tersebut termasuk binatang peralihan Asiatis dan Australis. Binatang yang dikelompokkan sebagai hewan langka ini telah berada diambang kepunahan semenjak tahun 1960. Bahkan dalam 10 tahun terakhir populasi Anoa mengalami penurunan yang signifikan. Diprediksi sekarang ini jumlah Anoa kurang dari 5000 ekor di alam liar. Ancaman kepunahan ini tidak terlepas dari kegiatan masyarakat yang sering memburunya. Biasanya manusia memburu hewan langka ini untuk diambil kulit tanduk serta daging. Secara umum terdapat dua spesies hewan ini, yakni anoa dataran rendah dan anoa pegunungan. 9. Monyet Hitam Monyet Hitam Sulawesi memiliki nama ilmiah Macaca nigra atau juga dikenal dengan nama monyet berjambul. Hewan ini termasuk salah satu dari beberapa jenis primata yang termasuk hewan langka yang terancam punah. Monyet Hitam Sulawesi ialah satwa khas pulau Sulawesi khususnya di daerah Sulawesi Utara. Ciri khas yang paling menonjol dari monyet hitam ini ialah jambul yang berada di atas kepalanya. Monyet ini juga memiliki nama lain yaitu Celebes crested macaque, Celebes black ape, Gorontalo macaque, atau Sulawesi macaque. Sedangkan warga sekitar biasa menyebutnya dengan nama Yaki, Bolai, dan Dihe. Semakin lama populasi monyet hitam Sulawesi semakin langka dan terancam punah. Oleh karena itu International The Conservation Nature and Natural Resources memasukkannya ke dalam daftar merah dengan status konservasi critically endangered. 10. Macan Tutul Jawa Harimau Jawa merupakan hewan yang sudah lama mengalami kepunahan, namun masih ada spesies yang sejenis, yaitu Macan Tutul Jawa. Hewan langka satu ini mempunyai nama ilmiah Panthera pardus melas. Binatang ini merupakan hewan endemik pulau Jawa dadn termasuk ke dalam 9 sub spesies Macan Tutul. Macan Tutul Jawa ini sudah lama diklasifikasikan ke dalam satwa yang terancam punah atau hewan langka. Terdapat dua varian Macan Tutul Jawa, yaitu Macan Tutul berwarna terang dan Macaan Tutul berwarna hitam yang lebih dikenal sebagai Macan Kumbang. Walaupun memiliki warna yang berbeda kedua Macan ini masih termasuk ke dalam satu sub spesies yang sama. Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh International The Conservation Nature and Natural Resources, populasi Macan Tutul Jawa yang masih hidup tidak lebih dari 300 ekor di area tinggalnya. Baca Juga Artikel terkenal Lainnya
Foto Titan Arum atau bunga bangkai. Dokumentasi IUCN Red List Awal tahun ini, pemerintah baru saja mengeluarkan Inpres Nomor 1 Tahun 2023 mengenai Pengarusutamaan Keanekaragaman Hayati. Ini artinya dalam menjalankan roda pembangunan, selain berupaya menemukan potensi serta mengembangkannya supaya menjadi devisa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, juga dalam kaitan pembangunan dan pengembangan suatu wilayah harus mempertimbangkan faktor keanekaragaman hayati, baik aspek pelestrian maupun pemanfaatan. Indonesia telah meratifikasi beberapa konvensi internasional terkait keanekaragaman hayati, perubahan iklim dan lainnya. Ini artinya, bahkan Indonesia telah berkomitmen pada penduduk dunia untuk aktif menjaga keanekaragaman hayati dan juga mengurangi dampak perubahan satu upaya atau langkah awal untuk mencegah kepunahan suatu jenis kehati adalah dengan mengetahui status keterancaman suatu jenis kehati. Cara untuk mengetahui atau menilai suatu jenis itu dikategorikan sebagai jenis yang berisiko mengalami kepunahan adalah dengan melakukan serangkaian analisis terhadap aspek biologi, ekologi dan mengenai proses penilaian ini bisa dilakukan dengan menggunakan dokumen yang telah disusun oleh sebuah organisasi konservasi internasional, yaitu International Union for Conservation of Nature IUCN yang telah berdiri sejak tahun 1964. Dokumen ini telah diterima sebagai dokumen utama dan mungkin satu-satunya yang digunakan untuk menilai risiko kepunahan suatu jenis kehati baik flora, fauna maupun saja, setiap negara tidak harus menggunakan dokumen ini untuk diadopsi. Namun dari pengalaman saya dan beberapa kolega peneliti Indonesia mencoba untuk mengembangkan panduan semacam ini untuk tumbuhan di Indonesia, ternyata memang tidak analisis yang harus dilakukan untuk menilai status keterancaman suatu jenis kehati antara lain mengetahui sebarannya, berapa lama kisaran hidupnya, usia berapa mulai bereproduksi, dan yang terpenting adalah apa saja ancaman yang dihadapi jenis tersebut baik di masa lalu, saat ini dan proyeksi ancaman di masa rumit, namun data-data ini bisa diperoleh dari berbagai sumber baik itu pengamatan langsung berupa studi populasi, data-data perdagangan, dan referensi lainnya yang tentunya secara ilmiah bisa dipertanggung jawabkan. Seluruh proses penilaian/assessment ini dilakukan oleh para relawan, yang sebagian besar adalah peneliti, yang tergabung dalam IUCN Species Specialist dari seluruh proses ini adalah 'status konservasi' suatu jenis kehati'. Status konservasi ini akan diperbarui berdasarkan hasil penelitian secara reguler, idealnya setiap lima tahun sekali. Menurut data terbaru mereka pada saat tulisan ini dibuat, saat ini ada lebih dari jenis dalam daftar merah IUCN di mana lebih dari jenis kehati yang terancam punah, termasuk di dalamnya 41% amfibi, 37% hiu dan pari, 36% terumbu karang, 27% mamalia, 13% jumlah itu, sekitar jenis kehati Indonesia sudah dinilai status konservasinya, dan di antaranya berisiko terancam punah, termasuk jenis tumbuhan. Data ini akan diperbarui setiap saat. Tentunya jumlah ini masih jauh mencerminkan dari jumlah total kekayaan kehati Indonesia, dan perlu upaya serius untuk melakukan proses penilaian status kehati apakah status konservasi ini bisa diterapkan secara menyeluruh untuk setiap negara? Bisa iya dan bisa tidak, karena status konservasi tersebut sifatnya 'global' karena penilaian ini adalah untuk seluruh dunia. Artinya bila suatu jenis tumbuhan/hewan yang memiliki sebaran di luas di dunia memiliki status 'terancam punah', belum tentu jenis tersebut 'terancam punah' di suatu negara, dan apabila jenis yang dinilai adalah jenis endemik maka status konservasi global bisa langsung diadopsi untuk tingkat nasional. Idealnya setiap negara memiliki daftar merah sendiri, baik untuk suatu kelompok hewan atau tumbuhan tertentu bahkan untuk kawasan karena panduan yang dibuat oleh IUCN ini memungkinan dibuatnya penilaian status kehati untuk tingkat regional dan nasional, contoh yang telah dibuat oleh Brasil dan Afrika sendiri sebenarnya sudah memiliki satu buku daftar merah untuk 50 jenis kayu komersial, dan juga perwakilan otoritas penilaian red list untuk tumbuhan. Pada tahun ini juga telah dibentuk Indonesian Species Specialist Group di bawah payung IUCN Species Specialist Group yang salah satu kegiatannya akan berfokus pada penilaian status konservasi jenis kehati Merah ini sangat penting tidak hanya untuk membantu mengidentifikasi spesies-spesies yang membutuhkan upaya pemulihan yang ditargetkan, tetapi juga untuk memfokuskan agenda konservasi dengan mengidentifikasi situs dan habitat utama yang perlu negara yang sudah mengadopsi ini adalah Afrika Selatan. Selain itu daftar merah tersebut tidak saja menjadi rujukan untuk kebijakan dan langkah-langkah konservasi melainkan juga terkait dengan suatu jenis kehati sudah masuk kategori daftar merah dan menjadi komoditas perdagangan di pasar Internasional, maka perdagangannya diatur oleh sebuah konvensi internasional lainnya yaitu CITES The Convention on International Trade Endangered Species.Regulasi yang ada di CITES mengatur berdasarkan permintaan pasar internasional juga tentunya bahwa semua produk/komoditas yang berasal dari flora/fauna yang terancam punah harus dipastikan 'aman' dalam artian tidak mengancam kelangsungan hidup suatu jenis kehati di habitat/tempat asal kita ketahui bersama sebagai negara yang dikaruniai Tuhan kekayaan alam yang begitu berlimpah ini, warga Indonesia memiliki hak untuk memanfaatkannya antara lain dengan menjual komoditas kehati ini di pasar Internasional. Komoditas perdagangan dari kehati ini telah berkontribusi menggerakkan ekonomi dari tingkat tapak masyarakat hingga industri yang bisa kita petik dari informasi ini? Dengan memahami eksistensi suatu jenis kehati berikut dengan status konservasinya, diharapkan agar kita menjadi peduli bahwa ada makhluk ciptaan Tuhan lain yang juga berhak atas kehidupannya di sebagian relung ekosistem planet penyelenggara roda pembangunan dan juga pengambil kebijakan strategis mulai memahami isu-isu dasar terkait kehati, penting bagi pemerintah dan para pengampu kebijakan beserta jajarannya untuk lebih memahami berbagai konvensi internasional dan regulasi yang terkait, termasuk red list atau daftar memahami hal tersebut, kita tidak saja bisa menjaga dan melindungi suatu jenis dari kepunahan melainkan juga menjaga siklus ekonomi yang sehat sehingga roda pembangunan terus berjalan dalam kesatuan ekosistem dan ekonomi berkelanjutan. miq/miq
Hewan Langka Di Indonesia Yang Dilindungi – Hingga saat ini para ilmuwan telah menemukan sekitar 8,7 juta spesies tanaman, hewan sementara spesies di laut 91% belum ditemukan. Meskipun dikenal sebagai negara yang memiliki beragam flora dan faunanya, namun ternyata Indonesia memiliki sederet hewan yang juga terancam punah. Hal tersebut bisa terjadi karena berbagai faktor, baik secara alamiah atau faktor yang dipengaruhi karena ulah manusia. Grameds perlu mengenal dan mengetahui hewan apa saja yang menjadi langka di Indoensia agar bisa berupaya untuk menjaga dan melestarikannya. Berikut ini beberapa hewan langka di Indonesia yang kian langka keberadaannya. Apa sajakah itu? Check these out! Daftar Hewan Langka di Indonesia Beserta Gambar1. Komodo2. Burung Jalak, Bali3. Macan Tutul Jawa4. Burung Cendrawasih5. Kucing Merah Kalimantan6. Ikan Arwana Merah7. Harimau Sumatera8. Burung Merak9. Dugong10. Elang Flores11. Kura-kura Leher Ular12. Orang Utan Kalimantan13. Gajah Sumatera14. Badak JawaBuku Terkait Hewan Langka di IndonesiaSatwa Langka Pegunungan, Gurun, Dan KutubSatwa Langka Hutan Hawa SedangArtikel Lain Terkait Hewan Langka di IndonesiaKategori Ilmu Berkaitan Usaha / BisnisArtikel Hewan10 hewan langkah yang terancam punah?Apa saja hewan langka yang dilindungi di Indonesia?Hewan Langkah asli Indonesia? Daftar Hewan Langka di Indonesia Beserta Gambar 1. Komodo Hewan langka yang pertama adalah komodo. Komodo, sebagai hewan langka pertama di Indonesia juga menjadi satu-satunya hewan purba yang masih hidup hingga saat ini. Hewan langka ini memiliki nama lain Varatus Komodoensis atau Orah juga merupakan salah satu spesies reptil terbesar di dunia. Komodo memiliki gigitan yang sangat kuat serta bisa yang sangat mematikan, racun berbisa ini berasal dari ribuan kelenjar pada area gusinya. Habitat Komodo sendiri saat ini hanya dapat ditemukan di Pulau Komodo, Flores, Gili Matang, Gili Dasami dan Rinca Nusa Tenggara Timur Indonesia. Komodo kini telah menjadi hewan yang dilindungi oleh pemerintah Indonesia dengan dibangunnya Taman Nasional Nasional Komodo tersebut terbagi menjadi dua, yakni Pulau Rinca dan Pulau Komodo yang jika dijumlahkan terdapat sekitar ekor komodo di dalamnya. Simak informasi lainnya di Taman Nasional Komodo berikut ini Komodo, Savana, dan Keindahan Bawa Air oleh Wahyuana. 2. Burung Jalak, Bali Burung Jalak Bali atau Bahasa latinnya Leucopsar rothschildi adalah satwa endemis asli dari Bali. Burung Jalak Bali ini ditemukan pada tahun 1910 oleh pakar binatang dari Inggris yaitu Walter rothschild. Jenis burung ini memiliki ciri warna biru di sekitar mata dan warna tubuhnya yang putih bersih. Burung Jalak Bali masuk sebagai hewan yang terancam punah dan dilindungi oleh pemerintah Indonesia. Burung Jalak menjadi langka keberadaannya diakibatkan oleh proses berkembang biak pada burung Jalak yang membutuhkan waktu lama, serta perburuan liar yang terjadi. Burung Jalak sendiri berkembang biak secara monogamus, atau hanya akan memiliki satu pasangan saja pada satu musim kawin yang menyebabkan sex rasionya hanya 11. Burung Jalak sendiri mulai melakukan proses berkembang biaknya mulai dari usia 7 hingga 9 bulan. Mereka akan menghasilkan telur dengan jumlah maksimal adalah 3 butir saja dan akan dierami oleh induknya selama kurang lebih 16 hari sebelum nantinya akan menetas.. Burung ini sendiri memiliki panjang 25 cm, Panjang paruhnya 3 cm, kepala 5 cm, leher burung 2 cm, sayap 13 cm dan ekornya 6 cm. 3. Macan Tutul Jawa Macan Tutul Jawa adalah hewan yang dinyatakan langka dan terancam punah dan termasuk dalam red list di IUCN. Macan Tutul Jawa juga dilindungi berdasarkan UU 134 Tahun 1931 tentang Perlindungan Binatang Liar. Macan tutul jawa sebagai spesies macan tutul yang memiliki ukuran paling kecil dengan penglihatan yang sangat tajam. Macan jenis ini adalah hewan endemis yang hanya bisa ditemukan di Pulau Jawa sebagai habitat utamanya. Kini macan tutul jawa telah dilindungi oleh pemerintah Indonesia dan dapat ditemukan di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Pulau Kangean, dan Pulau Nusakambangan, Taman Nasional Ujung Kulon, Banten, hingga Taman Nasional Alas Purwo Jawa Timur. Kelangkaan macan tutul sendiri diakibatkan oleh perburuan dan habitatnya yang kian rusak karena penebangan dan pelebaran lahan. 4. Burung Cendrawasih Burung Cendrawasih dengan habitat asli di dataran rendah ini merupakan burung yang menjadi maskot Pulau Papua. Terbagi menjadi 41 spesies, dan tersebar di Papua Barat sebanyak 38 spesiesnya, di pulau torres hingga ke Australia bagian timur. Jenis Cendrawasih yang paling dikenal diantaranya Cendrawasih Kuning Besar atau Cendrawasih Paradise Apoda. Burung cendrawasih sendiri memiliki ukuran yang beragam tergantung jenis spesiesnya yang terbagi menjadi spesies King Bird of Paradise 15 cm ukurannya hingga spesies Black Sicklebill 110 cm atau 1 meter ukurannya. Karakteristik utama burung cendrawasih terletak pada warna bulunya yang menarik perhatian seperti merah, hijau, dan biru, berdasarkan nama ini pula penamaan burung ini misalnya pada cendrawasih kuning yang lebih dominan pada warna kuningnya, cendrawasih merah yang dominan warna merahnya, cendrawasing hijau dan biru pun demikian. Burung Cendrawasih juga dijuluki bird of paradise di eropa atau burung dari surga. Sayang karena keindahannya ini burung cendrawasih menjadi burung yang banyak diburu dan kian langka keberadaannya. Cendrawasih kini menjadi satu satwa yang dilindungi pemerintah melalui UU No. 5 Tahun 1990 dan PP No. 7 Tahun 1999. 5. Kucing Merah Kalimantan Kucing Merah merupakan hewan endemis asli Pulau Kalimantan dan tersebar keberadaannya dari dataran rendah, hutan rawa, hingga perbukitan. Kucing ini termasuk ke dalam salah Hewan langka dan terancam keberadaannya sejak tahun 2002 silam. Memiliki nama latin Catopuma badia kucing merah Kalimantan ini juga dikenal sebagai Kucing Borneo. Jumlah populasi di habitat aslinya diperkirakan hanya tersisa sebanyak ekor saja akibat rusaknya habitat, bahkan di beberapa tahun terakhir kucing merah ini mengalami penurunan populasi sebanyak 20%. Untuk ciri fisiknya, kucing merah memiliki warna coklat kemerahan dengan ukuran tubuh yang lebih kecil dibanding ukuran kucing pada umumnya, namun di area ekor dan tubuhnya lebih Panjang, kepalanya pun lebih kecil dengan bentuk telinga yang bulat. 6. Ikan Arwana Merah Ikan arwana terbagi menjadi beberapa jenis bergantung pada warnanya misalnya pada Arwana silver yang berasal dari Negara Brazil, Arwana hijau Kalimantan Barat, dan arwana emas Sumatera dan Malaysia, arwana merah sendiri berasa dari Kapuas Hulu, Indonesia dan tersebar di daerah Kalimantan Barat seperti di Sungai Kapuas dan Danau Sentarum. Hewan ini kini telah dinyatakan sebagai hewan langka dan dilindungi oleh Surat Keputusan Bupati kapuas Hulu Nomor 6 Tahun 2001, yang menyatakan Danau Lindung Empangau Kalimantan Barat ditetapkan sebagai danau lindung. Sebab kelangkaannya juga disebabkan oleh penangkapan liar masyarakat. Selain itu perairan yang tercemar juga membuat arwana ini sulit untuk bertahan hidup. Selain Hukum adat juga diberlakukan yang membuatnya hanya dapat diambil jika ukurannya kurang dari 5cm. 7. Harimau Sumatera Harimau Sumatra atau dalam Bahasa Latin Panthera Tigris Sondaica merupakan spesies Hewan langka yang terancam punah. Hidup di endemis asli Pulau Sumatra, hingga saat ini hanya tersisa sekitar 500 ekor harimau Sumatra saja hal ini diakibatkan oleh kerusakan habitat hingga tingginya angka kematian Sejauh yang tercatat adalah 66 ekor harimau sumatera terbunuh sela tahun 1998 dan 2000.Tak sampai disitu Harimau Sumatra juga seringkali beredar di perdagangan ilegal dimana bagian-bagian tubuhnya diperjualbelikan dengan harga tinggi di pasar gelap, yakni untuk dijadikan perhiasan, tas kulit, ikat pinggang dan masih banyak lagi. Harimau sumatera jantan memiliki Panjang rata-rata 92 inci dan berat 140 kg atau 300 pound dengan tinggi harimau sumatera jantan mencapai 60 cm. Sementara pada betinanya memiliki tinggi sekitar 78 inci atau sekitar 198 cm dan berat 91 KG atau sekitar 200 pound. Harimau sumatera mampu bereproduksi kapan saja dengan masa kehamilan 103 hari dan mampu melahirkan 2 atau 3 ekor anak harimau sekaligus. Berkurangnya populasi harimau dikarenakan habitat mereka yang semakin sempit karena berbagai faktor dan salah satunya adalah perusahan oleh pihak tidak bertanggung jawab. Pahami segala hal tentang harimau di Seri Binatang Langka Indonesia – Harimau dan Orangutan. 8. Burung Merak Hewan indonesia yang cukup langka selanjutnya adalah Burung Merak. Merak sebagai spesies burung yang termasuk dalam genus pavo dan afropavo dan termasuk familia ayam hutan berasal dari daratan Asia seperti India, Pakistan Nepal Indonesia Myanmar, Burma, dan Afrika Tengah. Khususnya di Indonesia, Burung Merak dapat ditemukan di daerah jawa bagian timur. Habitatnya berada pada area tropis dan alam liar seperti hutan yang dataran rendah dan dekat dengan sumber air yang mengalir. Burung merak sendiri lebih banyak hidup di darat walaupun tetap memiliki kemampuan untuk terbang dalam situasi karakteristik warna yang cerah serta ekornya yang besar dan dapat dikembangkan untuk menarik perhatian lawan jenisnya saat musim kawin tiba. Selain sebagai simbol dari keindahan, bulunya juga memiliki fungsi sebagai pertahanan diri dari serangan lawan. Siang hari burung merak ini hidup di daratan secara bebas ataupun berkelompok. Pada malam harinya burung merak kemudian akan tertidur di area pepohonan. Burung Merak sendiri hidup secara nomaden atau selalu berpindah-pindah secara berkala. Sayangnya keberadaan burung merak mulai punah keberadaannya, biasanya disebabkan oleh perburuan untuk diambil bulunya dan diperdagangkan dalam bentuk bahan dekorasi serta kebakaran hutan. 9. Dugong Hewan paling langka di Indonesia selanjutnya adalah Dugong. Dugong sebagai mamalia laut yang hidup indo pasifik, dan dapat dijumpai di sekitar perairan sebelah utara Australia, dapat ditemukan di sepanjang Samudra Hindia dan Pasifik. Dugong juga merupakan kerabat dekat dari gajah dengan jumlah yang kian menurun setiap tahunnya. Ia Dugong sebagai salah satu Sirenia atau sapi laut yang masih bertahan hidup selain manatee dan mampu mencapai usia 70 tahun, Berukuran besar dengan Panjang tubuhnya mencapai 3 meter dan berat 450 kg, Duyung atau dugong adalah satu-satunya mamalia laut herbivora, ia kemudian turut menyeimbangkan ekosistem lamun. Dugong. Dapat menahan nafas selama 12 menit saat mencari makan, dan berenang. Hingga saat ini binatang ini masih kerap diburu dan dikonsumsi dagingnya meski telah dilindungi oleh UU Pemerintah Indonesia diantaranya Peraturan no. 7 tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan & Satwa dan UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi SDA Hayati, Dugong sendiri masuk dalam kategori biota perairan yang dilindungi. 10. Elang Flores Elang Flores sebagai elang yang hanya ada di Tanah air, memiliki nama latin Nisaetus flores ini memiliki ukuran fisik yang besar hingga 71-82 centimeter. Elang yang hanya bisa ditemukan di beberapa wilayah di Nusa Tenggara Timur, mulai dari Pulau Lombok, Sumbawa, Pulau Satonda, Rinca dan Flores masuk ke dalam daftar hewan yang terancam punah di Indonesia. Habitatnya elang flores berada di kawasan hutan dengan dataran rendah atau ketinggian sekitar mdpl yaitu kawasan Hutan Mbeliling dan Taman Nasional Kelimutu. Sayang keberadaan elang flores kian langka karena tingginya tingkat perburuan. Data Badan Konservasi Dunia IUCN sendiri menetapkannya jumlah populasinya masuk dalam kategori Kritis sebab hanya tersisa 100 sampai 240 individu dewasa saja. Sementara itu, dari data 2019 oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Ende yang disampaikan Bupati Marsel Petu menyatakan populasi Elang Flores di kawasan Taman Nasional Kelimutu kian terancam, hingga saat ini hanya tersisa 10 ekor elang flores saja. Elang Flores merupakan spesies yang sangat keren, begitupula dengan berbagai jenis fauna lainnya yang dapat kamu ketahui di Seri The Wonders Of Nature Hewan Keren Di Angkasa. 11. Kura-kura Leher Ular Kura-kura Leher Ular sebagai salah satu spesies yang masuk ke dalam kategori hewan yang dilindungi di IUCN, ia berasal dari Pulau Rote NTT. Kura-kura Leher Ular masuk dalam kategori satwa endemik, dan masuk juga ke dalam kategori 25 spesies kura-kura paling terancam punah di dunia. Habitat alami Kura-kura Leher Ular adalah Danau Peto, yang tak ditemukan lagi hingga saat ini, hal ini dikarenakan eksploitasi yang dilakukan secara berlebihan serta alih fungsi pada area pertanian. Ciri khas kura-kura ini sendiri berada pada leher panjangnya yang seperti ular, sangking panjangnya bahkan tidak dapat dimasukan ke dalam tempurung, hal inilah yang mengakibatkannya kian langka sebab ketidakmampuannya melindungi diri dari pada predator. 12. Orang Utan Kalimantan Orang utan merupakan bagian dari hewan langka di Indonesia, baik itu Orang utan Sumatera maupun Kalimantan masuk ke dalam spesies terancam punah. Berdasarkan dari laporan IUCN melalui penelitian yang telah ia lakukan selama 75 tahun belakangan Hewan ini kian Mengalami penurunan signifikan yaitu sebesar 80%. Tak hanya itu faktanya pada tahun 1998-1999 angka kepunahan Orang Utan Kalimantan mencapai 1000 orangutan per tahun. Sementara pada tahun 2004 diprediksi jumlah Orangutan Kalimantan ini berjumlah kurang lebih ekor saja. Pembeda Orangutan Sumatera dan Orang Utan Kalimantan adalah pada kantung pipi yang panjang pada orangtua jantan. 13. Gajah Sumatera Gajah Sumatera dengan nama ilmiah Elephas maximus kini masuk ke dalam satwa yang kian terancam punah berdasarkan laporan IUCN. Hal ini dikarenakan kian menyempitnya habitat tempat tinggalnya serta tingginya tingkat perburuan liar. Menurut data penelitian selama 25 tahun belakangan gajah Sumatera memiliki penurunan hingga 70% habitatnya, dengan jumlah hampir separuh dari jumlah aslinya. Perkiraan populasi Gajah Sumatera pada 2007 hanya tersisa 2400-2800 ekor dan terus menerus menurun hingga saat ini. Gajah sumatera sebagai mamalia terbesar dengan beratnya mencapai 6 ton serta dapat tumbuh hingga setinggi 3,5 meter. Periode kehamilan gajah ini adalah 22 bulan, sementara umur Gajah Sumatera adalah 70 tahun. Gajah Sumatera adalah hewan cerdas dengan otak yang lebih besar dibandingkan mamalia lainnya. Telinga yang besar padanya digunakan untuk mengurangi panas tubuh sementara area belalainya digunakan untuk mendapatkan air dan makanan dengan cara menggenggam bagian ujungnya yang digunakan seperti jari untuk meraup 14. Badak Jawa Badak Jawa atau Badak Bercula satu dengan nama latin Rhinoceros sondaicus merupakan Mamalia Terbesar Paling Langka di Dunia, dapat ditemukan di daerah Asia Tenggara, tersebar di Tiongkok. Hingga saat ini hanya ada 60-70 ekor Badak Jawa saja di Indonesia. Badak Jawa sebagai bagian dari famili Rhinocerotidae memiliki tinggi antara 1,4 sampai 1,7 m dan panjang antara 3,1 sampai 3,2 m. Culanya sendiri berukuran lebih kecil dari ukuran cula pada umumnya yaitu kurang lebih 20 cm. Badak dewasa sendiri dilaporkan mempunyai berat antara 900 sampai badak jawa sendiri dapat mencapai 30-45 tahun di hutan hujan yang ada di dataran rendah, padang rumput basah serta tempat daratan banjir besar. Di Indonesia, populasi bada Jawa sekitar 40-50 populasi dan badak Jawa termasuk hewan yang dilindungi. Selain itu, badak Jawa sudah menjadi hewan langka yang dilindungi Taman Nasional Ujung Kulon. Menyusutnya populasinya diakibatkan oleh perburuan liar untuk culanya yang diambil dan dijual dengan harga mencapai $30. 000 per kilogram di pasar gelap, cula ini juga sangat bernilai pada proses pengobatan tradisional Tiongkok. Menyusutnya populasi badak ini juga dikarenakan hilangnya habitat. Salah satu faktornya adalah para pihak yang tidak bertanggung jawab, membuat makanan yang mereka miliki semakin berkurang yang berujung pada populasi yang semakin dikit. Tak kenal maka tak sayang, oleh sebab itu kenali hewan badak ini melalui Binatang Langka Indonesia – Badak & Penyu oleh Koen Setyawan Joko. Buku Terkait Hewan Langka di Indonesia Satwa Langka Pegunungan, Gurun, Dan Kutub Aktivitas manusia makin memperbesar ancaman bagi kelangsungan hidup sejumlah spesies liar. Munculnya kesadaran akan pelestarian alam telah melahirkan berbagai upaya yang bertujuan untuk menyelamatkan spesies tersebut, serta menyeimbangkan antara kebutuhan ekonomi dan penghargaan terhadap makhluk hidup. Namun, perjuangan masih jauh dari kemenangan. Satwa Langka Hutan Hawa Sedang Aktivitas manusia makin memperbesar ancaman bagi kelangsungan hidup sejumlah spesies liar. Munculnya kesadaran akan pelestarian alam telah melahirkan berbagai upaya yang bertujuan untuk menyelamatkan spesies tersebut, serta menyeimbangkan antara kebutuhan ekonomi dan penghargaan terhadap makhluk hidup. namun, perjuangan masih jauh dari kemenangan Artikel Lain Terkait Hewan Langka di Indonesia 10 hewan langkah yang terancam punah? 1. Komodo 2. Burung Jalak, Bali 3. Macan Tutul Jawa 4. Burung Cendrawasih 5. Kucing Merah Kalimantan 6. Ikan Arwana Merah 7. Harimau Sumatera 8. Burung Merak 9. Dugong 10. Elang Flores 11. Kura-kura Leher Ular Apa saja hewan langka yang dilindungi di Indonesia? 1. Komodo 2. Burung Jalak, Bali 3. Macan Tutul Jawa 4. Burung Cendrawasih 5. Kucing Merah Kalimantan 6. Ikan Arwana Merah 7. Harimau Sumatera 8. Burung Merak 9. Dugong 10. Elang Flores 11. Kura-kura Leher Ular 12. Orang Utan Kalimantan 13. Gajah Sumatera 14. Badak Jawa Hewan Langkah asli Indonesia? 1. Burung Jalak, Bali 2. Macan Tutul Jawa 3. Burung Cendrawasih 4. Kucing Merah Kalimantan 5. Ikan Arwana Merah 6. Harimau Sumatera 7. Burung Merak 8. Dugong 9. Elang Flores 10. Kura-kura Leher Ular ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah." Custom log Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda Tersedia dalam platform Android dan IOS Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis Laporan statistik lengkap Aplikasi aman, praktis, dan efisien
- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan KLHK menetapkan jenis tumbuhan dan hewan dilindungi di Indonesia dalam Peraturan Menteri LHK No. yang terbit pada tanggal 29 Juni 2018. Salam peraturan ini tercantum berbagai jenis tumbuhan dan hewan yang dilindungi, yaitu 562 jenis burung, 137 jenis mamalia, 37 jenis reptil, 26 jenis insekta, 20 jenis ikan, 127 jenis tumbuhan, 9 jenis Krustasea, Muluska, dan Xiphosura, serta satu jenis amphibi, sehingga totalnya adalah 919 jenis. Terdapat penambahan daftar jenis tumbuhan dan hewan yang dilindungi dalam yaitu sebanyak 241 jenis atau 26% dari daftar yang tercantum dalam lampiran Peraturan Pemerintah No. 7 tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan jenis tumbuhan dan hewan dilindungi ini bertujuan untuk mencegah tumbuhan dan hewan dari kepunahan akibat kerusakan habitat dan perdagangan termasuk perburuan yang tidak terkendali. Baca juga 10 Negara dengan Spesies Terancam Punah Paling Banyak Daftar hewan yang dilindungi di Indonesia Dilansir dari laman KLHK, berikut adalah daftar beberapa jenis hewan yang dilindungi di Indonesia. Trenggiling Manis javanica Tarsius Tangkasi Tarsius tarsier Tarsius Siau Tarsius tumpara Tarsius Lariang Tarsius lariang Tapir Tenuk Tapirus indicus Sigung Sumatera Arctonyx collaris Rusa Timor Rusa timorensis Rusa Sambar Rusa unicolor Rusa Bawean Axis kuhlii Pesut Mahakam Orcaella brevirostris Pelanduk Napu Tragulus napu Pelanduk Kancil Tragulus javanicus Pelandu Nugini Thylogale browni Pelandu Merah Thylogale stigmatica Pelandu Aru Thylogale brunii Paus Tombak Balaenoptera acutorostrata Paus Sperma Physeter macrocephalus Paus Sei Balaenoptera borealis Paus Pilot Bersirip Pendek Globicephala macrorhynchus Paus Pembunuh Orcinus orca Paus Pemangsa Palsu Pseudorca crassidens Paus Pemangsa Kerdil Feresa attenuata Paus Paruh Blainville Mesoplodon densirostris Paus Paruh Bergigi Ginko Mesoplodon ginkgodens Paus Paruh Angsa Ziphius cavirostris Paus Omura Balaenoptera omurai Paus Minke Antartika Balaenoptera bonaerensis Paus Lodan Kecil Jauba Kogia breviceps Paus Lodan Kecil Kogia sima Paus Kepala Melon Peponocephala electra Paus Hidung Botol Indopacetus pacificus Paus Edeni Balaenoptera edeni Paus Bongkok Megaptera novaeangliae Paus Biru Balaenoptera musculus Owa Ungko Hylobates agilis Owa Siamang Symphalangus syndactylus Owa Serudung Hylobates lar Owa Kalawat Hylobates muelleri Owa Jenggot Putih Hylobates albibarbis Owa Jawa Hylobates moloch Owa Bilau Hylobates klossii Orangutan Tapanuli Pongo tapanuliensis Orangutan Sumatera Pongo abelii Orangutan Kalimantan Pongo pygmaeus Nokdiak Moncong Pendek Tachyglossus aculeatus Nokdiak Moncong Panjang Zaglossus bruijni Musang Sulawesi Macrogalidia musschenbroekii Musang Linsang Prionodon linsang Musang Air Cynogale bennettii Monyet Yaki Macaca nigra Daftar tersebut merupakan revisi dari dan hanya memaparkan 50 dari 919 jenis hewan yang dilindungi di Indonesia. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
penyebab beberapa jenis hewan dilindungi oleh pemerintah adalah